Bisnis

Agar Batik Disukai Dunia

Hal utama yang harus diingat dari batik sebetulnya adalah para pengrajin di belakangnya, bukan desainer.

Editor: Ari Nugroho
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Desainer ternama tanah air, Oscar Lawalata berpose di depan sejumlah kain batik yang akan dipamerkan di markas UNESCO, Paris, Juni 2018 mendatang. 

Seperti konstruksi dan teknik pembuatan.

Namun, proses pembuatan produk dari batik memerlukan waktu yang panjang.

"Fesyen luar harganya bisa puluhan juta, ratusan juta. Batik kenapa enggak bisa?" kata Oscar.

Ia menambahkan, hal utama yang harus diingat dari batik sebetulnya adalah para pengrajin di belakangnya, bukan desainer.

Usaha-usaha untuk terus membawa batik ke kancah internasional diharapkan bisa mengangkat level para pengrajin batik.

"Bicara bagaimana batik bisa berlangsung, kita bicara bagaimana pengrajin bisa naik level. Di Indonesia sudah bagus, bagaimana di dunia bisa." ujar Oscar.

"Setidaknya dari budaya itu dihargai, dalam budaya itu kit menghargai proses. Dari situ value batik saya harapkan juga diketahui orang-orang."(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tantangan Agar Batik Disukai Dunia", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/09/073400120/tantangan-agar-batik-disukai-dunia.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved