Protaba Bantul

Songsong Liga 3 2018, Protaba Bantul Jadwalkan Seleksi Terbuka

Tim sepakbola PS Protaba Bantul bersiap menyongsong bergulirnya kompetisi Liga 3 tingkat daerah yang rencananya akan dimulai bulan Juni mendatang.

Tayang:
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Manajer tim PS Protaba, Nur Subiantoro (kiri) bersama pelatih Protaba Ridwaln Fauzi seusai sesi jumpa pers, Minggu (6/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim sepakbola PS Projo Tamansari Bantul (Protaba) bersiap menyongsong bergulirnya kompetisi Liga 3 tingkat daerah yang rencananya akan dimulai bulan Juni mendatang.

Tak tanggung-tanggung, manajemen Protaba menargetkan untuk lolos ke babak nasional.

Demi memenuhi target tersebut, dalam waktu dekat Protaba Bantul bakal melaksanakan seleksi terbuka untuk menjaring 22 penggawa yang ditargetkan masuk dalam tim.

"Kemarin kami baru saja mengikuti kegiatan dari Asprov PSSI DIY terkait Liga 3 dan kami pastikan akan ambil bagian. Tak hanya siap ikut, tapi untuk musim ini kami langsung pasang target lolos dari babak penyisihan dan masuk ke level nasional," tegas Manajer Tim Protaba, Nur Subiantoro S.Ikom kepada wartawan di Bantul, Minggu (6/5/2018).

Waktu yang kian mepet dengan pelaksanaan kompetisi membuat manajemen bergerak cepat untuk melakukan seleksi pemain yang direncakanan digelar pada tanggal 11-13 Mei 2018 di Lapangan Kanggotan, Pleret, Bantul.

"Targetnya lolos, oleh karena itu seleksi tahap pertama kita maksimalkan potensai lokal DIY khususnya di Bantul. Setelah dapat kerangka awal, nanti akan kita tambah pemain dari luar DIY," imbuh Nur Subiantoro.

Lebih lanjut, Nur Subiantoro berharap tim-tim yang bernaung di bawah PSSI Askab Bantul dapat mengirimkan pemain terbaiknya untuk mengikuti seleksi ini.

Mengenai tempat latihan lanjutan dan juga venue pertandingan yang akan digunakan di kompetisi nanti, Nur Subianto menegaskan tetap akan mengajukan Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai markas utama timnya.

Pemilihan tersebut karena, SSA selama ini adalah kebanggaan masyarakat Bantul, khususnya di bidang olahraga.

"Nanti kalau main kami ajukan SSA sebagai stadion utama, alternatifnya Stadion Dwi Windu. Tapi kami tetap minta main di SSA dan latihan juga akan di SSA karena kami serius. Bentuk keseriusan kami lainnya adalah, kami siap asuransikan pemain kami agar mereka bisa main dengan tenang," kata Nur Subiantoro.

Sementara itu, pelatih kepala Protaba, Ridwan Fauzi mengaku sejauh ini telah mengantongi 10 nama pemain eks Popda DIY lalu.

Sesuai regulasi kompetisi, para pemain ini nantinya akan diambil daru kelompok usia di bawah 23 tahun, sementara 3 slot akan diisi oleh pemain senior. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved