Kota Yogyakarta

Kota Yogya Berupaya untuk Jadi Kota Layak Anak

Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan ruang publik yang ramah anak.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Pemaparan terkait Kota Layak Anak di Hotel Gaia Cosmo, Sabtu (5/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan ruang publik yang ramah anak.

Hal tersebut dikarenakan presentase penduduk Yogya yang masih anak-anak mencapai hampir 30 persen dari jumlah total penduduk Yogya atau 113.206 jiwa.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan bahwa sudah banyak kampung yang mendeklarasikan diri guna menopang kepentingan anak-anak, khususnya dalam hal bermain dan belajar.

"Mulai dari Kampung Ramah Anak, Kampung Jam Belajar Masyarakat, dan Kampung Bebas Asap Rokok. Untuk Kampung Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00-21.00 mematikan TV untuk memberikan kesempatan anak-anak belajar," ujarnya dalam workshop Tim Evakuasi Kota Layak Anak, di Hotel Gaia Cosmo, Sabtu (5/5/2018).

Selanjutnya, Heru menuturkan bahwa untuk Kampung Bebas Asap Rokok saat ini sudah dideklarasikan di 139 kampung.

Kampung tersebut pada dasarnya melarang para perokok untuk merokok di sembarang tempat.

"Kalau di Terban tempat merokoknya di kuburan. Itu inisiatif masyarakat sendiri untuk menunjukkan bahwa di sana kampung ramah anak," bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Octo Noor Arafat menjelaskan bahwa pembangunan Kelurahan Ramah Anak dan Kampung Ramah Anak berawal dari inisiasi masyarakat.

"Mereka mengusulkan lalu meminta pendampingan dari kami. Tahun kemarin kami sudah menyusun kurikulum Kampung Ramah Anak. Bisa jadi pedoman kampung lain yang ingin menjadi Kampung Ramah Anak," urai Octo. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved