Sains

Telur Burung yang Telah Punah Ini Akhirnya 'Ditemukan' Kembali

Menurut penelitian, burung gajah di Madagaskar punah karena perburuan manusia dan perubahan iklim di Madagaskar

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
Kompas.com
Kathryn Leacock, direktur Buffalo Museum of Science, memegang telur ayam untuk membandingkan ukuran telur burung gajah. Telur ini sudah ada di museum sejak 1939, namun tidak pernah dipajang karena dianggap replika. Hasil penelitian membuktikan telur ini benar-benar asli. 

TRIBUNJOGJA.COM - Satu dari beberapa spesies burung yang telah punah adalah Burung Gajah.

Di masa lalu, burung gajah pernah hidup di Madagaskar, Afrika, sampai abad ke-17.

Secara fisik, burung gajah mirip burung unta namun dengan ukuran yang jauh lebih besar.

Hewan ini disebut-sebut sebagai spesies terbesar dengan lebar tiga meter dan berat mencapai 500 kilogram.

Mengingat ukurannya yang sangat besar, peneliti mencatat volume telurnya setara dengan 150 telur ayam.

Ini adalah telur terbesar yang pernah dicatat sejarah.

Berkaitan dengan telur burung gajah, belum lama ini peneliti mengumumkan telah menemukan salah satu telur burung gajah asli di Buffalo Museum of Science, New York, Amerika.

Baca: Bentuk Telur Hiu Ternyata Seperti Ini

Kurator museum tersebut menemukan telur raksasa dengan berat 1,4 kilogram dan tinggi 30 sentimeter di dalam lemari museum.

Awalnya telur ini diberi label replika telur burung gajah.

Namun, setelah diteliti kembali mereka mengatakan telur tersebut asli.

Saat manajer koleksi zoologi museum Paige Langle, melihat telur raksasa yang diberi label replika, ia justru merasa bahwa telur itu adalah telur burung gajah asli.

"Saat saya mengamati permukaan kulit dan menimbang berat telur itu, saya yakin ini asli," kata Langle kepada Smithsonian.com dilansir The Independent, Rabu (25/4/2018).

Setelah menelusuri koleksinya, kecurigaan Langle semakin besar saat ia menemukan telur replika yang sebenarnya dan menemukan sebuah catatan yang menunjukkan museum tersebut memang membeli telur burung gajah asli pada 1939.

Untuk membuktikannya, para kurator mengirim telur ini ke para ilmuwan yang ada di State University College, Buffalo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved