Sains

Lem Super Awalnya Dianggap Penemuan Gagal

Tak hanya itu, terinspirasi kekuatan lem super ini, para peneliti Australia juga mengembangkan zat baru yang serupa.

Editor: Ari Nugroho
Kompas.com
Lem super 

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu barang yang hampir tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia adalah lem.

Mulai dari lem kertas, lem kayu, lem besi, dan berbegai macam jenis lem lainnya.

Namun, di antara semua jenis lem, ada satu yang punya kegunaan dalam banyak bidang.

Lem tersebut adalah super glue atau juga dikenal power glue atau krazy glue.

Lem super ini digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari untuk keperluan elektronik, akuarium, feorensik, kayu, medis, hingga kosmetik.

Dengan kata lain, lem super ini sudah merambah ke berbagai bidang.

Tapi, tahukah Anda, lem ini ternyata adalah penemuan yang gagal?

Baca: 20 Foto Yerusalem Tempo Dulu, Saat Tiga Agama Hidup Harmonis Tanpa Konflik

Disebut gagal karena mulanya, penemunya yaitu Harry Coover tidak bermaksud membuat lem.

Pada 1942, Coover tadinya ingin membuat material pembidik pistol dari plastik bening.

Untuk tujuan tersebut, Coover dan timnya di Eastman Kodak memeriksa cyanoacrylates.

Sayangnya, material ini terlalu lengket sehingga tidak bisa digunakan sebagai tujuan awal yaitu pembidik pistol.

Sembilan tahun kemudian, Coover mengawasi para ahli kimia Kodak yang ingin membuat polimer untuk kanopi jet yang tahan panas.

Tim ini kembali menggunakan cyanoacrylates.

Hasilnya kembali menunjukkan bahan ini terlalu lengket.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved