Bisnis
Rupiah Melemah, Harga Barang Elektronik di Yogya Masih Stabil
Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu turut berdampak pula terhadap kenaikan harga penjualan produk.
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kondisi nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dollar AS dipastikan akan berdampak pula terhadap harga barang elektronik.
Namun kecendrungan ini ternyata belum berdampak pada beberapa toko elektronik yang berada di Yogyakarta.
Seperti supermarket elektronik A Takrib yang membuka tiga cabang outlet di Yogyakarta, melalui Jaka, Manajer Penjualan A Takrib mengemukakan bahwa merosotnya nilai tukar rupiah yang hampir mendekati Rp 14.000 per dollar AS tersebut dianggap belum mempengaruhi kondisi harga penjualan pada produk-produk elektronik yang dijual.
"Kalau sekarang belum naik, kondisi harga masih stabil. Karna stock barang kita kan dari pembelian beberapa bulan yang lalu, sementara nilai tukar merosot baru beberapa pekan ini," ujarnya ketika ditemui di kawasan pergudangan dan perkantoran A Takrib, di Jalan Kabupaten, Gamping, Selasa (24/4/2018)
Penurunan nilai tukar rupiah, lanjut Jaka biasanya akan berdampak terhadap harga jual produk elektronik, bila penurunannya terjadi dalam jangka waktu yang agak panjang.
Selain itu menurutnya kenaikan harga bahan baku di sektor hulu turut berdampak pula terhadap kenaikan harga penjualan produk.
Sementara itu beberapa outlet gadget di Gedung Wisma Hartono juga menyatakan hal yang serupa, nilai Rupiah yang merosot tidak berpengaruh pada harga jual gadget mereka.
Kus, seorang Customer Sales Matra Cell mengungkapkan bahwa harga jual gadget yang berada di outletnya masih belum berubah meskipun nilai tukar rupiah anjlok.
"Belum, harga belum naik. Masih stabil seperti harga sebelum-sebelumnya," ujar Kus
Rani, Sales Counter Quickly Cell juga bernada serupa. Harga jual gadget yang ditawarkan di outletnya juga tidak mengalami kenaikan.
"Saya juga tidka tahu kalau nilai rupiah merosot. Harga jual dikita ya masih stabil, ngga ada kenaikan," katanya.
Kedua outlet gadget tersebut menerangkan kenaikan harga baru terjadi apabila stock barang yang tersedia pada outlet mereka menipis, akibat kelangkaan tersebut otomatis harga jual uang ditawarkan mengalami kenaikan.
Dilansir dari Tribunnews.com Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Ali Subroto menyatakan, melemahnya nilai tukar rupiah pasti akan berdampak secara langsung bagi industri elektronik dalam negeri.
Produsen elektronik dipastikan akan bersiap menaikkan harga jual produk mereka.