Operasi Mossad di Kuala Lumpur

Operasi Rahasia Mossad : Kidon, Spesialis Pembunuh di Tubuh Mossad

Unit ini didirikan tahun 70an oleh Mike Hariri. Selanjutnya dibentuk unit spesialis pembunuh dan sabotase bernama Kidon

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Ilustrasi Unit Kidon Mossad 

TRIBUNJOGJA.COM, KUALA LUMPUR - Pembunuhan di luar negeri sebagai salah satu keahlian Mossad tidak muncul dalam sekejap. Ini keterampilan lama Yahudi.

Kemampuan itu dibangun  bahkan sejak sebelum negara Israel lahir. Kaum Zionis membangun kelompok-kelompok bawah tanah yang bergerak di Mesir, Suriah dan Eropa.

Pembunuhan Menteri Luar Negeri Inggris untuk Timur Tengah, Lord Moyne di Kairo era 40an, dilakukan anggota kelompok ekstrimis bawah tanah Irgun.

Kelak, ketika Israel terbentuk dan Mossad didirikan, dinas rahasia ini membangun Unit khusus mata-mata di wilayah Arab yang diberi nama Unit Caesarea.

Baca:

Fadli al-Batsh, Ilmuwan Ahli Listrik Hamas Didor di Kepala

Operasi Rahasia Mossad : Fadli al-Batsh Target yang Sudah Dikunci, Mematikan!

Kisah Menyusupnya Agen Mossad di Markas Hezbollah

Unit ini didirikan tahun 70an oleh Mike Hariri. Selanjutnya dibentuk unit spesialis pembunuh dan sabotase bernama Kidon, yang artinya bayonet.

Anggota Kidon inilah yang menurut sumber Al Jazeera sebagai eksekutor Fadli al-Batsh di Kuala Lumpur, akhir pekan lalu.

Mossad tidak hanya menargetkan tokoh-tokoh Palestina dan orang-orang potensial Palestina, tetapi juga orang-orang Suriah, Lebanon, Iran, dan target Eropa.

Caesarea ini jika di CIA sama dengan Special Activities Center (SAC), yang menggunakan nama lain Special Activities Division, sebelum direorganisasi pada  2016.

SOG menjadi komponen alibg rahasia di Special Activities Center CIA, karena fungsi dan tugasnya sama dengan Kidon, sang bayonet pembunuh.

Bergman menulis, sampai tahun 2000, yang menandai intifada tahap kedua, Israel telah menggelar lebih dari 500 operasi pembunuhan.

Jumlah korban mencapai 1.000 orang, baik target utama maupun yang terdampak operasi. Ada yang menggunakan metode pengeboman maupun pembunuhan individu.

Dalam bukunya, Rise and Kill First, Bergman menyebut di masa intifada kedua, Israel menggelar lebih dari 1.000 operasi, 168 di antaranya sukses membunuh target-target penting.

Setelah itu, Israel melancarkan tak kurang 800 operasi yang menewaskaj tokoh-tokoh Hanas di Gaza maupun di berbagai lokasi di luar Israel dan Palestina.

Pada 1997, agen Mossad berupaya membunuh pemimpin Hamas Khaled Meshaal di Amman, Yordania. Eksekutor menyemprotkan racun kuat ke wajahnya, namun pembunuhan ini gagal.

Khaled Meshaal selamat, dan operasi Mossad ini memantik kemarahan Raja Hussein. Aksi Mossad tak berhenti di sini meski gagal.

Operasi pembunuhan kembali digelar, kali ini targetnya pemimpin teras Hamas, Mahmoud al-Mabouh. Pria itu tewas dicekik di sebuah kamar hotel mewah di Dubai, 1 Maret 2010.

Operasi ini terdeteksi dilakukan agen-agen Mossad laki maupun perempuan, yang menggunakan identitas dari Kanada, Australia, Jerman dan lain-lainnya.

Tidak ada satupun pelaku yang tertangkap. Semua pelaku meninggalkan Dubai, sebagian sebelum pembunuhan, dan sisanya sesaat setelah eksekusi.(Tribunjogja.com/ Aljazeera/xna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved