Operasi Mossad di Kuala Lumpur
Operasi Rahasia Mossad : Fadli al-Batsh Target yang Sudah Dikunci, Mematikan!
Setelah target teridentifikasi, Mossad melakukan setidaknya tiga tahap sebelum eksekusi. Pertama menguji data intelijen tentang Fadli
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, KUALA LUMPUR - Fadli al-Batsh tidak menutupi hubungan eratnya dengan Hamas selama bergaul dengan lingkungannya di Kuala Lumpur.
Ini menjadikan identifikasi dia oleh Mossad menjadi lebih mudah. Apalagi ditambah pasokan informasi dari agen-agen lain di Gaza maupun wilayah Israel.
Sumber Al Jazeera mengemukakan, ada setidaknya tiga jalur komunikasi Hamas yang dipantau ketat Israel. Yaitu titik komunikasi Gaza, Istanbul Turki dan Beirut Lebanon.
Baca artikel sebelumnya: Fadli al-Batsh, Ilmuwan Ahli Listrik Hamas Didor di Kepala
Dari tiga titik itu, Istanbul jadi hub ke seluruh dunia, dan dimonitor sangat ketat. Penjejakan Fadli al-Batsh dimulai dari titik hub ini.
Seorang teman dekat Fadli al-Batsh mengemukakan, temannya itu terbuka soal hubungannya dengan Hamas.
"Ia jelas diketahui di kalangan warga Palestina di sini, punya hubungan erat dengan Hamas," kata sumber yang menolak disebut namanya demi alasan keamanan.
Baca: Operasi Rahasia Mossad : Kidon, Spesialis Pembunuh di Tubuh Mossad
Setelah target teridentifikasi, Mossad akan melakukan setidaknya tiga tahap sebelum eksekusi. Pertama menguji data intelijen tentang Fadli.
Kedua, mengkaji untung rugi target dieliminasi. Ketiga, menentukan kapan dan bagaimana cara paling efektif di lapangan ketika target itu dieksekusi.
Setelah Mossad memiliki kajian lengkap, hasilnya akan dibahas bersama Kepala Komite Layanan Intelijen.
Organ ini dikenal dengan sebutan VARASH atau Vaadan Rashei Ha-sherutim, akronim dalam bahasa Ibrani.
VARASH hanya akan membahas tentang operasi, memberi masukan penting sebelum dilaksanakan. Selanjutnya keputusan akhir ada di tangan Perdana Menteri Israel.
Bergman mengatakan, PM Israel sebagai pemegang otoritas tertinggi, tidak akan sendirian memutuskan operasi seperti ini.
"Ia akan selalu menyertakan satu atau dua menterinya saat mengambil keputusan, terutama Menteri Pertahanan," kata Bergman mendeskripsikan hirarki dan proses operasi Mossad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fadi-al-batsh_20180423_101854.jpg)