Sepakbola putri

Rutin Sumbang Pemain ke Timnas Putri

Geliat sepakbola DIY saat dinilai mengalami kemajuan pesat dalam pembinaan, dan sukses menjadi penyuplai pesepakbola putri bagi Timnas Indonesia.

Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Pelatih tim sepakbola Putri Mataram Sri Hastuti 

TRIBUNJOGJA.COM - Geliat sepakbola Daerah Istimewa Yogyakarta saat dinilai mengalami kemajuan pesat dalam pembinaan, dan sukses menjadi penyuplai pesepakbola putri bagi Timnas Indonesia.

Meski belum setenar sepakbola yang dimainkan kaum adam, namun sepakbola putri di DIY bukan berarti tak mendapat perhatian, sebab secara rutin, sepakbola wanita dipertandingkan dalam pekan olahraga daerah (Porda).

Selain itu juga ada kejuaraan daerah (Kejurda) sepakbola yang beberapa tahun ini digelar.

Sehingga tiap kabupaten mempunyai tim sepakbola putri.

Meskipun demikian, jumlah tim dan pemainnya masih jauh dibandingkan dengan sepakbola putra.

Pelatih tim sepakbola Putri Mataram Sri Hastuti mengatakan, mencari pemain putri menurutnya lebih sulit dibandingkan anak laki-laki.

"Memang belum banyak anak perempuan yang tertarik bermain sepakbola. Kalaupun ada lebih banyak senang ke futsal," ungkap Sri Hastuti saat ditemui disela even sepakbola Trofeo Kartini Cup 2018 di Stadion Dwi Windu, Minggu (22/4/2018).

Ya, olahraga futsal memang dinilai lebih 'ramah' bagi wanita sebab tidak perlu berpanas-panasan di tengah teriknya matahari, dan juga biasanya dimainkan di dalam ruangan.

Selain itu dukungan orang tua. Beberapa orang tua masih ragu membolehkan anaknya bermain sepakbola.

"Melatih cewek lebih rumit, namanya sepakbola kan juga rawan cedera. Kita bukan cuma menjadi pelatih, tapi juga sebagai teman, dan juga seorang ibu," kata Sri Hastuti.

Bahkan tak jarang ia sendirilah yang harus mencoba meyakinkan orangtua anak didiknya agar dapat mendukung bakat putrinya di bidang sepakbola.

"Ada juga yang suaminya sempat melarang, tapi saya coba jelaskan kepada suaminya dan akhirnya suaminya mengizinkan," kata Sri.

Ia pun bersyukur saat ini sepakbola putri mendapat perhatian dengan semakin semaraknya kejuaraan yang sering di gelar mulai dari tingkat regional, nasional, hingga even internasional.

Di bawah Asprov PSSI DIY juga rencananya akan dibentuk Asosiasi Sepakbola Wanita. Sehingga diharapkan ke depannya sepakbola putri di DIJ bisa lebih maju. Modal tersebut sudah ada sebab di beberapa kabupaten sudah terdapat tim sepakbola putri.

Di Gunungkidul ada Putri Handayani, Bantul dengan tim putri Protaba dan Arimbi, Kulonprogo dengan Putri Binangun, Kota Jogja pernah ada Putri Srikandi sementara di Sleman terdapat Putri Mataram.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved