Liga Indonesia
Cristian Gonzales Siap Buka Lembaran Baru Bersama PSS Sleman
Cristian Gonzales saat ini berlatih secara mandiri untuk menjaga kondisi sebelum berlabuh ke tim barunya, PSS Sleman.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Usai menepis kabar yang menyebutkan bahwa sang suami, Cristian Gonzales dipecat dari tim lamanya Madura United, Eva Gonzales mengatakan sang suami bersiap membuka lembaran baru bersama tim baru di musim kompetisi ini.
Meski enggan berbicara terlalu banyak, Eva mengatakan dalam waktu dekat ia bersama sang suami akan segera menggelar jumpa pers terkait berita yang dianggap terlalu menyudutkan pesepakbola berusia 41 tahun tersebut.
"Cristian menuju lembaran baru. Cristian berjuang untuk tim baru yang sangat menghargai kami. 15 tahun saya baru dituduh seperti ini, dan kita di Sleman mendapat sambutan yang wow," kata Eva saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (21/4/2018).
Lebih lanjut, menurut Eva, sang suami berlatih secara mandiri untuk menjaga kondisi sebelum berlabuh ke tim barunya, PSS Sleman.
"Beliau profesional dan harus menyiapan dokumen-dokumen, sekarang dokumennya belum lengkap untuk datang ke Sleman, apa yang kemarin dituduhkan tidak benar sama sekali," kata Eva menanggapi tudingan yang nenyebut bahwa Gonzales dipecat sepihak oleh tim Madura United.
"Ini kan poinnya kaya Madura kecewa Gonzales ke Sleman, tapi dia mau hobinya tercurahkan," pungkas Eva.
Manajemen Madura United Berikan Catatan ke PSS Sleman
Manajer Madura United, Haruna Soemitro saat dihubungi Tribun Jogja mengatakan keputusan manajemen melepas Gonzales diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal.
Di antaranya permasalahan attitude pemain yang akrab disapa El Loco ini terhadap kontrak yang sudah disepakati.
“Ini keputusan akhir dari manajemen. Daripada kami mempertahankan pemain yang bermasalah, lebih baik kami rilis. Kami resmi memecat dia (Gonzales),” ungkapnya, Jumat (20/4/2018).
Baca: Ternyata, Sebelum Datang ke Sleman, Gonzales Sudah Absen Latihan Bersama Madura United
Menurutnya mulai Jumat ini manajemen Sape Kerrap sudah tidak ada hubungan lagi dengan pemain yang naturalisasi asal Uruguay itu.
Dengan demikian, statusnya saat ini sebagai pemain bebas.
Terkait klausul kontrak yang harus dipenuhi oleh Gonzales, ia mengaku tidak mengambil pusing soal itu.
“Saat ini kami tidak mau memikirkan itu, sudah dipecat saja. Kami tidak ingin memperpanjang masalah. Apalagi manajemen PSS sudah bertemu dengan kami dan membahas masalah kemarin, yang jelas kami tidak ingin merusak hubungan baik Madura United dengan PSS Sleman hanya gara-gara masalah satu pemain,” katanya.
Haruna menjelaskan tanda-tanda Gonzales akan hengkang sudah tampak dalam beberapa terakhir yang dilakoni Madura United di kompetisi Liga 1 musim ini.
Pemain yang sempat memperkuat Timnas Indonesia ini sudah beberapa kali mangkir latihan dan kompetisi tanpa ada keterangan yang jelas.
Bahkan dalam satu kesempatan, Gonzales menyatakan ketidaknyamanannya berada di bangku cadangan.
Baca: Manajemen Madura United Nyatakan Belum Resmi Lepas Christian Gonzales ke PSS
“Sebenarnya manajemen sudah menawarkan, apakah perlu diganti pelatih atau dia yang keluar dari tim dengan mengembalikan nilai kontrak yang diberikan, jawabnya tidak. Berarti dia harus siap dan patuh dengan kesepatan yang tertuang dalam kontrak. Kami ada opsi untuk pinjamkan dia ke klub Liga 2, tapi belum jelas bagaimana, dia sudah pergi ke Sleman tanpa izin dari manajemen,” paparnya.
Haruna mengaku memahami sempat ada miss communication dengan PSS Sleman terkait status Gonzales.
Namun saat ini masalah tersebut sudah diselesaikan dan Gonzales dipastikan telah menyelesaikan adminitrasinya dengan klub berjersey motif Sakera itu.
“Sebelumnya akan kami laporkan pelanggaran yang dilakukan Gonzales ke Komdis (Komisi Disiplin) PSSI, tapi karena ada etiket baik dari PSS Sleman yang menemui kami, ya sudah kami lepas tanpa memperpanjang masalah. Apalagi jika mengingat hubungan kami dengan PSS Sleman selama ini berjalan baik. Jika memang dirasa lebih bermanfaat untuk Sleman, silahkan diboyong kami tidak akan gondeli,” ujarnya.
Meski begitu, ia mewanti-wanti PSS Sleman agar lebih ketat saat mengikat kontrak pemain 41 tahun itu.
Pasalnya ia khawatir pelanggaran disiplin dan kontrak dengan klub bisa kembali terjadi.
“Jika di Madura terjadi seperti ini, bukan tidak mungkin terjadi lagi di Sleman. Karena itu, kami meminta manajemen PSS agar lebih tegas, jika terjadi pelanggaran kontrak segera laporkan dan jangan sampai terjadi pembiaran agar bisa jadi pelajaran juga untuk pemain,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemain-sepak-bola-cristian-gonzales-hadir-saat-tim-pss-sleman-launching_20180414_211028.jpg)