Perang Suriah

Horor! Kuburan Massal Ditemukan di Douma

Pasukan Suriah menemukan sebuah kuburan massal berisi 112 jasad, kebanyakan anggota militer Suriah.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
Eli Kovaceva/Facebook
pasukan Suriah mengepung dan membombardir Douma di Ghouta timur, benteng terakhir kelompok Jaish al-Islam, sebelum kelompok itu menyerah, Sabtu (7/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pasukan Suriah menemukan sebuah kuburan massal berisi 112 jasad, kebanyakan anggota militer Suriah.

Kuburan massal itu ditemukan di salah satu bagian kota Douma, 10 kilometer timur laut ibukota Damaskus.

Kabar ini diwartakan Press TV, dikutip Sputniknews, Jumat (20/4/2018) pagi WIB.

Jasad yang dikubur diduga korban kekejaman pertempuran sengit dua pekan lalu.

Douma dibebaskan dari cengkeraman kelompok militan Jaish al-Islam pada 14 April 2018, bertepatan serangan rudal serentak oleh AS, Inggris, dan Prancis.

Kelompok pemberontak yang memiliki ribuan anggota itu menyerah, dan bersedia direpatriasi bersama keluarganya, setelah terkepung rapat pasukan Suriah.

Jais al-Islam disponsori Arab Saudi, dan memoeroleh dukungan politik dan logistik dari negara-negara Barat.

Bersama Jabhat al-Nusra, ini kelompok militan terkuat di Suriah setelah ISIS ambruk.

Direktur Jenderal Kedokteran Forensik Suriah, Zaher Hajo, mengatajan, korban yang ditemukan di kuburan massal Douma sebagian dieksekusi atau tewas dalam pertempuran.

Baca: Seperti Ini Kekuatan dan Kedahsyatan Rudal Tomahawk AS yang Diluncurkan ke Suriah

Jasad ratusan tentara Suriah itu telah diangkat dan dikirim ke departemen forensik negara untuk diidentifikasi dan nantinya dimakamkan secara layak.

Douma menjadi pusat perhatian internasional setelah barat menuduh pasukan Bashar Assad menggunakan senjata kimia pada 7 April di wilayah ini.

Tuduhan didasarkan laporan kelompok pemberontak yang terkepung. Tuduhan itu memicu serangan rudal sepihak pada 14 April, menyasar sejumlah target penting di Suriah.

Fakta kesaksian banyak pihak di Douma, klaim serangan senjata kimia oleh kubu pemberontak  itu tidak berdasar.

Media Rusia dan sejumlah jurnalis barat telah memeriksa lapangan, dan tidak menemukan indikasi kuat digunakannya zat beracun di Douma.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved