Ngeri ! Begini Cara Kerja Suntik Mati Terhadap Para Terpidana Mati
Bagaimana sebenarnya cara kerja suntik mati dalam hukuman mati? Begini prosedur dan cara kerja suntik mati yang pernah dipraktikan
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Kemudian tiga bahan yang mematikan diberikan, biasanya mengandung natrium thiopental, pancuronium bromida, dan kalium klorida.
Sodium thiopental adalah obat bius, diberikan untuk menenangkan subjek, karena prosesnya tidak menimbulkan rasa sakit. Ini berfungsi sebagai penurun kesadaran, mengganggu komunikasi antara pikiran dan tubuh.
Kemudian, vecuronium bromide diberikan, yang berfungsi sebagai suplemen untuk anestesi, menyebabkan kelumpuhan. Ini memblokir sinyal antara saraf dan otot, memastikan terpidana tenang selama prosedur medis.
Akhirnya, tim akan memberikan kalium klorida yang berfungsi untuk menghentikan detak jantung. Bahan ini mengganggu impuls listrik dari otot, menyebabkan henti jantung.
Setelah kalium klorida diberikan, terpidana mati biasanya memiliki waktu sekitar sepuluh menit tersisa, sebelum benar-benar meninggal. Terutama jika semua prosedur berjalan lancar.
Meski dianggap lebih manusiawi lantaran tak menyakitkan, namun bukan berarti cara ini tanpa kritikan. Terutama mengenai faktor X yang bisa mengakibatkan terpidana mati sangat menderita.
Semisal yang terjadi pada seorang terpidana mati bernama Nieves Diaz. Ia menderita luka bakar kimia ketika suntikannya melampaui pembuluh darah dan merusak jaringan lunak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suntik-mati_1604_20180416_142612.jpg)