Sleman

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Gelontorkan Dana PKBL

Dengan adanya program ini, diharapkan kendala biaya yang sering dihadapi oleh pemilik usaha UMKM bisa teratasi.

Tayang:
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Edy Setijono selaku Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menyerahkan uang secara simbolik kepada Sigit selaku perwakilan Mitra Binaan. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Guna menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitar Cagar Budaya, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko melalui Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menyalurkan bantuan kepada 20 Mitra Binaan yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. 

Penyaluran bantuan tersebut diberikan di Rama Sinta Garden Resto, Prambanan pada Kamis (12/4/2018).  

Edy Setijono selaku Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menerangkan, Program Kemitraan sendiri merupakan program dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko yang bertujuan untuk mengembangkan industri kerakyatan yang bisa menumbuhkan perekonomian para pengusaha UMKM.

“Untuk kegiatan kali ini, Program Kemitraan kita berikan kepada 20 mitra binaan, 13 diantaranya adalah mitra binaan baru, sedangkan 7 lainnya adalah mitra binaan lama. 20 Mitra binaan ini akan menerima penyaluran bantuan ini dengan total Rp346,5 juta," terang Edy.

Mengenai bidang-bidang yang digeluti oleh para mitra, Edy mengungkapkan terdapat berbagai macam bidang yang ditekuni, antara lain Toko Mebel, Alat Tulis, Warung Makan, Kios Souvenir, Bengkel Las, Service AC dan lain sebagainya.

Edy berharap, dengan adanya program ini kendala biaya yang sering dihadapi oleh pemilik usaha UMKM bisa teratasi. 

"Harapannya dengan adanya Program Kemitraan ini, UMKM dapat dengan cepat berkembang dan mandiri. Kita juga melakukan pelatihan seperti digital marketing. Kebetulan mereka bisa mengembangkan usaha mereka lewat market place.Hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Mengenai kriteria khusus pelaku usaha yang bisa menerima pinjaman, Bambang Sarwo Eddy selaku Kepala Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menerangkan bahwa dari pihaknya akan melakukan seleksi terlebih dahulu.

“Kita lihat terlebih dahulu, mana pengusaha yang memang memiliki motivasi untuk maju. Kehadiran kami hanya sebagai akselerator. Dengan kita beri bantuan ini, kita harapkan lari mereka bisa menjadi kencang,” jelasnya.

Mengenai angsuran, Eddy mengaku biasanya mitra melakukan pengangsuran selama 24 kali.

Ada pula yang 30.

“Kita survey dulu kemampuan membayar mereka berapa. Nanti semisal sudah jalan ada kendala, maka kita turunkan angsurannya menjadi 30. Ada perhitungan-perhitungan. Sekarang bunganya hanya 3%,” jelasnya.

Sigit, warga Brajan, Prambanan, selaku pemilik usaha usaha toko besi dan produksi batako yang juga mitra binaan lama menerangkan jika usahanya saat ini semakin maju dengan adanya Program Kemitraan ini.

Sudah lima tahun dia menggeluti usaha tersebut.

Sigit mengaku dulu usahanya sangat kecil karena tidak ada biaya.

Namun setelah ikut dalam program ini, usahanya menjadi semakin pesat.

“Saya bersyukur sekali, dulu armada saya hanya satu. Setelah mengikuti program ini menjadi dua. Saat ini omzet juga sudah mencapai Rp30 juta dalam sebulan,” ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved