Krisis Suriah

10 Masalah Genting yang Dihadapi Suriah Saat Ini

Inilah sepuluh permasalahan pokok yang dihadapi Suriah menyusul ancaman serangan Amerika Serikat

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Eli Kovaceva/Facebook
pasukan Suriah mengepung dan membombardir Douma di Ghouta timur, benteng terakhir kelompok Jaish al-Islam, sebelum kelompok itu menyerah, Sabtu (7/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - AS bersikeras menyerang Suriah, dan Presiden Donald Trump sudah memperingatkan Rusia agar bersiap menyambut datangnya rudal-rudal pintar mereka.

Rusia berjanji membalas secepatnya jika serangan mengenai fasilitas dan personil Rusia.

Baca:

Pertahanan Udara di Level Tertinggi! Radar Udara Perlihatkan Semua Pesawat Hindari Langit Suriah

Situasi Genting! Trump : Bersiap - Siaplah Rusia, Rudal Segera Datang dan Rasakanlah!

Jubir Kemenlu Rusia Jawab Twitter Presiden Trump

Armada kapal induk US Harry S Truman dan sejumlah kapal perusak serta penjelajah sudah diberangkatkan ke Timur Tengah dari Norfolk, Virginia. Ancaman perang AS ini didukung negara-negara sekutunya, termasuk Arab Saudi. 

Situasi di Timur Tengah kini menjadi begitu genting. Analis politik dan pakar tentang gerakan Hezbollah, Elijah J Magnier, menjelaskan secara sederhana 10 pokok masalah dan situasi terakhir di Suriah, seperti dikutip Syriana Analysis. 

1. Serangan AS/NATO akan berlangsung dalam beberapa jam ke depan meneurut sumber di Suriah yang dekat dengan pengambil keputusan tertinggi. Semua tentara Suriah telah diperintahkan mengosongkan barak

2. AS dan sekutunya diperkirakan mengincar sasaran armada udara Suriah, pusat komando, instalasi radar anti serangan udara, kantor Kementerian Pertahanan, Istana Presiden, dan instalasi- instalasi militer lainnya

3. AS dan sekutunya menggerakkan kekuatan militernya di Laut Tengah, namun kemungkinan serangan akan dilakukan dari pangkalan militer al-Tanf, al-Hasaka di perbatasan Suriah-Irak, Yordania, Turki dan dari perairan Arab Saudi

4. Iran memberitahu Rusia, setiap intervensi Israel di Suriah berarti menyeret Iran terlibat dalam perang. Presiden Putin telah memberitahu PM Israel Netanyahu terkait tekad Iran ini. Ayatollah Khomeini mengumpulkan petinggi Garda Republik dan memberi perintah siap perang

7. AS dan sekutunya tidak akan menunggu keputusan atau persetujuan PBB untuk beraksi di Suriah. Gejalanya terlihat dari sikap AS dan sekutunya di sidang DK PBB

8. AS dan sekutunya, terutama Arab Saudi, sangat terpukul menyaksikan terusirnya 20.000- 30.000 jihadis dukungan mereka dari Ghouta Timur. Mereka semula berharap ribuan anggota kelompok pemberontak itu mampu bertahan sebagai alat destabilisasi Damaskus. 

10. Serbuan AS ke Suriah tidak akan menyeret konflik hingga daratan Rusia atau Eropa, yang dikhawatirkan memicu Perang Dunia III. Serangan AS dilakukan untuk menghancurkan militer Suriah yang kini mulai pulih setelah nyaris hancur pada 2013.(Tribunjogja.com/SyrianaAnalysis/xna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved