Krisis Suriah

Timur Tengah Memanas! Pesawat Rusia Pantau Gerakan Kapal Perang AS

Patroli udara ditingkatkan menyusul ancaman serangan besar AS dan sekutunya ke Suriah. Kapal perang AS dilaporkan kini berada di sekitar Siprus

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
IST
Pesawat Intai A-50 Rusia 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Pesawat intai A-50 Rusia menerbangi wilayah udara Suriah di Laut Tengah, Selasa (10/4/2018) sepanjang pagi siang ini WIB.

Patroli udara ditingkatkan menyusul ancaman serangan besar AS dan sekutunya ke Suriah. Kapal perang AS dilaporkan kini berada di sekitar Siprus.

Perkembangan ini dilaporkan jaringan berita Al Masdar News dari Beirut, mengutip sumber militer di Provinsi Tartous. Armafa laut Rusia memiliki pangkalan di kota pesisir Mediterania ini.
Selain mengawasi perairan dekat Siprus, pesawat intai Rusia ini juga mengitari wilayah Provinsi Latakia yabg strategis.

Pesawat A-50 selain berfungsi pengintai juga mampu memberikan peringatan dalam situasi peperangab. Pesawat ini dioperasikan sejak era 70an, semasa Uni Soviet, dan sampai saat ini masih memperkuat jajaran Pasukan Udara Rusia.

Militer AS pernah meluncurkan serangan rudal jelajah Tomahawak dari kapal perangnya di Laut Tengah. Sasarannya pangkalan udara Al Shairat di Khan Sheykoun dan Al Seen di Homs.

Perkembangan terkini, Senin dini hari lalu dua jet tempur F-15 Israel melunxurkan rudal kenpangkalan udara T4 di Homs. Tak kurang 14 prajurit Suriah, Iran dan anggota Hezbollah Lebanon tewas.

Serangan udara itu belum diketahui motifnya. Namun sejak Sabtu lalu, AS dan sekutunya menuduh Suriah menggunakan gas kimia di Douma, Ghouta Timur.

Tuduhan bersumber keterangan kelompok White Helmets ini belum ada bukti kuat. PBB juga mengaku belum mendapatkan verifikasi independen terkait tuduhan ini.(Tribunjogja.com/AMN/xna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved