Pemkab Sleman Lakukan Monitoring UNBK di Tujuh SMK
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, menjelaskan jika dari keseluruhan, baik sistem, kesiapan siswa, ruangan kondusif.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja – Siti Umaiyah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Guna memastikan proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama dengan Dinas Pendidikan dan Balai Menengah Sleman melakukan monitoring di 7 SMK.
Ketujuh SMK tersebut yakni SMKN 1 Tempel, SMK Muhammadiyah 2 Sleman, SMK Muhammadiyah 1 Sleman, SMK Hamong Putera, SMKN 1 Cangkringan, SMKN 1 Kalasan, dan SMK Nasional Berbah.
Dalam kesempatan ini, rombongan dibagi menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama dipimpin oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.
Kelompok kedua dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, dan kelompok tiga dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sleman, Sumadi.
Baca: UNBK SMK di Sleman Berjalan Lancar
Bupati Sleman mengatakan jika dari hasil pantauan yang telah dilakukan, semuanya berjalan dengan lancar.
Selain itu, semua siswa bisa menggunakan komputer karena sebelumnya sudah diadakan latihan sebanyak tiga kali.
“Kita pendidikan sudah mulai agak tegap, karena karena di SMP, SMA, SMK kita sudah 100% Berbasis Komputer. Kita sudah mulai mendekati ke arah smart education, dimana kita mulai sejajar, tidak ketinggalan jauh dengan negara lain,” ungkapnya dalam sambutan dalam pembukaan ruang inap VVIP di RSUD Sleman.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, menjelaskan jika dari keseluruhan, baik sistem, kesiapan siswa, ruangan kondusif.
“Alhamdulillah baik dan kondisif. Ruangan juga bagus, mendukung proses ujian bisa berjalan dengan lancar. Prosesnya sedang berjalan, kalau semuanya bagus insyaallah hasilnya akan bagus,” terangnya.
Menurut Sri Muslimatun, monitoring merupakan satu diantara cara untuk melihat sejauh mana proses ujian dilakukan.
Baca: RSUD Sleman Resmikan Ruang VVIP Kelas Hotel Bintang Lima
“Monitoring salah satu cara agar proses bisa berjalan bagus. Kemarin saat persiapan juga sudah dimonitor. Kami melakukan monitor supaya bisa berjalan dengan lurus. Yang tidak lurus, kita luruskan. Yang tidak sesuai aturan, kita sesuai.” ungkapnya
Dia juga menjelaskan, jika proses sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada, hasilnya juga akan bagus.
Untuk UNBK tahun ini, diikuti sebanyak 7200 siswa dari 57 SMK di Kabupaten Sleman. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-bupati-sleman-sri-muslimatun-tengah-melakukan-monitoring-di-smk-hamong-putera_20180402_201042.jpg)