Suka Aroma Tanah Saat Turun Hujan? Ternyata Ini Faktanya

Aroma hujan sendiri emang disukai karena hal tersebut merupakan sebuah warisan secara turun-temurun.

Tayang:
Penulis: Hanin Fitria | Editor: Muhammad Fatoni
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa orang memang menyukai aroma yang muncul saat air hujan jatuh ke tanah.

Di dalam beberapa kepercayaan juga disebutkan jika aroma hujan sendiri emang disukai karena hal tersebut merupakan sebuah warisan secara turun-temurun.

DIketahui bahwa aroma hujan tersebut mengingatkan kepada mereka jika leluhur atau nenek moyang di masa lalu menggunakan dan mengandalkan hujan untuk kelangsungan hidupnya di masa lalu.

Faktanya hujan sendiri hanyalah berupa butiran air yang tidak memiliki aroma apapaun, hingga sampai di tanah dan bereaksi dengan lingkungan sekitar.

Setelah bereaksi munculah sebuah aroma yang sangat khas dan menenangkan.

Aroma tersebut bernama Petrichor.

Nama Petrichor sendiri diambil dari Bahasa Yunanai yang pertama kali diperkenalkan oleh 2 orang ilmuwan asal Australia pada tahun 1964.

Petrichor sendiri kemudian menjadi sebutan bagi aroma hujan yang sangat khas setelah musim kering yang cukup panjang.

Dilansir dari situs ketahui.com aroma tersebut muncul dikarenakan reaksi kimia dari minyak alami yang diproduksi oleh beberapa jenis tanaman yang dilepas ke udara.

Minyak alami tersebut bereaksi bersama dengan senyawa bernama geosmin yang diproduksi oleh bakter yang tinggal di dalam tanah.

Kedua jenis senyawa alami tersebut kemudian bereaksi di udara dan munculah sebuah senyawa aromatik khas bernama petrichor.

Meskipun memang hujan sendiri seringkali membawa aroma yang menenangkan dan menjadi aroma relaksasi bagi yang menghirupnya, namun di beberapa lokasi justru aroma hujan sendiri bisa menjadi hal yang berbahaya untuk dihirup.

Di kota besar dengan tingkat polusi yang cukup tingi, biasanya aroma hujan yang menenangkan itu tidak akan tercium, justru polusi tersebut akan membuat air hujan tersebut akan bereaksi dengan polusi dan membuat kandungan asam menjadi besar.

Butiran air hujan yang jatuh ke atas tanah akan pecah dan menyebarkan partikel miskroskopis aerosol yang turut membawa bakteri serta senyawa aromatik.

Perlu diketahui juga jika ingin menghirup aroma khas tersebut, lebih disarankan saat curah hujan yang turun tidaklah terlalu deras, namun cukup untuk membasahi lingkungan sekitar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved