Bandara NYIA Kulonprogo
Protes Penutupan Jalan Daendels, Warga Penolak Salat Dhuha Berjamaah di Depan Portal
Aksi itu diikuti oleh seratusan warga yang masih tinggal di rumahnya dalam area tersebut bersama para relawan aktivis solidaritas.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kelompok penolak pembangunan bandara di Temon dari Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) menggelar aksi Salat Dhuha berjamaah dan doa bersama, Kamis (29/3/2018) pagi.
Aksi yang dilakukan di depan portal ruas Jalan Daendels area pembangunan bandara wilayah Desa Glagah itu dilakukan sebagai bentuk protes atas penutupan jalan tersebut.
Seorang warga PWPP-KP, Sofyan mengatakan aksi itu diikuti oleh seratusan warga yang masih tinggal di rumahnya dalam area tersebut bersama para relawan aktivis solidaritas.
Hal itu sebagai bentuk keprihatinan dan protes warga atas penutupan jalan tersebut yang dianggap telah merenggut hak warga dan merepotkan aksesibilitas warga sekitar serta para pengguna jalan tersebut.
"Saudara-saudara kita (pengguna jalan) kesulitan akses dalam ekonomi dan antar jemput anak sekolah. Jalan ditutup, mau lewat jadi kesusahan. Maka, kami berinisiatif memohon kepada Allah melalui Salat Dhuha agar pihak terkait dibuka hati nuraninya untuk memberikan jalan kepada sesama," kata Sofyan saat dihubungi Tribunjogja.com. (*)