Bandara NYIA Kulonprogo

Mei, AP I Targetkan Ada Vendor Konstruksi Bandara NYIA

PT Angkasa Pura I menargetkan pada Mei mendatang sudah didapatkan vendor untuk pengerjaan konstruksi fisik bandara.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
NET
Ilustrasi desain Bandara 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemrakarsa pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), PT Angkasa Pura I menargetkan pada Mei mendatang sudah didapatkan vendor untuk pengerjaan konstruksi fisik bandara.

Pembersihan lahan (land clearing) hingga kini masih dikebut dan tinggal menyisakan sedikit lahan saja.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT AP I, Agus Pandu Purnama mengatakan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu sudah menggelar aanwijzing (penjelasan lelang) di Yogyakarta atas proyek tersebut di hadapan sejumlah perusahaan konstruksi dari kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lelang pekerjaan akan digelar dalam waktu dekat sesuai prosedur yang ada.

Pihaknya dalam hal ini mengutamakan kerjasama dengan vendor BUMN sebagai bagian dari sinergi antar perusahaan milik negara sehingga belum melirik investor lain yang tertarik ikut andil dalam proyek tersebut.

"Sementara ini kami masih pakai anggaran AP I dengan sinergi BUMN untuk pelaksanaannya. Target kami, Mei sudah harus ada pemenang lelang dan pekerjaan fisik bandara bisa segera dilakukan. Kemarin sudah aanwijzing diikuti beberapa vendor BUMN," jelas Pandu, Rabu (28/3/2018).

Pekerjaan lapangan akan langsung dilakukan setelah pembersihan lahan tuntas di seluruh areal lahan yang telah dibebaskan.

Disebutkan, saat ini proses land clearing sudah hampir mencapai 100 persen, terutama untuk areal airside (sisi udara) yang akan dibangun jadi landasan sepanjang 3.250 meter, lebar 60 meter.

Di areal lahan yang juga akan dibangun taxy way dan apron berikut parking stand tersebut saat ini masih dilakukan proses pemadatan tanah dengan sistem dynamic compaction serta penataan elevasi tanah.

Sedangkan pembersihan lahan sisi darat (landside) saat ini masih berkisar 90-95 persen dan terus dikebut AP I.

Meski keseluruhan lahan kini sudah legal terakuisisi dengan adanya penetapan konsinyasi dari Pengadilan Negeri (PN) Wates, tak dipungkiri ada beberapa petak lahan yang masih dihuni warga penolak pembangunan bandara.

AP I akan mencoba berkomunikasi lagi dengan warga bersangkutan agar segera meninggalkan lahan tersebut secara kondusif.

Dengan begitu, pembersihan lahan bisa segera dilakukan.

Pandu mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah untuk pendekatan kembali kepada warga.

"AP I tetap mengupayakan ruang pendekatan kepada mereka dalam waktu dekat dengan harapan mereka bisa meninggalkan tempat tersebut. Kami ingin masyarakat memahami pentingnya program strategis nasional (PSN) ini untuk kepentingan lebih luas," kata Pandu.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved