Sulap Sungai Jadi Taman Edukasi, Dusun Manggung Bantul Diharapkan Jadi Kampung Percontohan
Sungai kecil di kampung yang awalnya kumuh, tercemar oleh sampah, kini berubah menjadi kalen yang jernih
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Keberhasilan pemuda dusun Manggung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul menjadikan kalen (sungai kecil) kampung menjadi sungai edukasi patut diapresiasi.
Pasalnya, sungai kecil di kampung yang awalnya kumuh, tercemar oleh sampah, kini berubah menjadi kalen yang jernih dan ramah terhadap anak.
Bahkan, kalen edukasi yang diberi nama 'Lupatmo' itu mulai dikembangkan menjadi taman edukasi yang bisa digunakan sebagai tempat bermain dan belajar bagi anak-anak.
Salah satu pengelola kalen edukasi lupatmo, Arif Setiawan, mengatakan, tujuan utama pembuatan kalen edukasi sebenarnya adalah bagaimana cara untuk menanggulangi banyaknya sampah yang dibuang oleh masyarakat ke dasar sungai.
Selain itu, sasaran yang akan dicapai adalah supaya bisa memberi kemanfaatan kepada warga masyarakat. Disamping itu juga sebagai tempat edukasi bagi anak-anak belajar kepedulian terhadap lingkungan.
"Sebenarnya taman edukasi Lupatmo ini masih 60 persen jadi. Kami masih ingin terus kembangkan, nanti ada taman hidroponik dan taman baca,"terang dia.
"Harapannya, kedepan Dusun Manggung ini bisa menjadi kampung edukasi yang ramah anak dan kampung percontohan, dari hulu sampai hilir. Kalen yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 2 kilometer bisa diterapkan kalen edukasi," harap dia.
Pantauan dilokasi, setiap sudut sungai di dusun Manggung, telah diubah menjadi beraneka macam warna. Warna-warni yang digoreskan menbentuk pola menarik menjadikan sungai kecil di Manggung menjadi lebih hidup dan menjadi daya magnet tersendiri bagi masyarakat.
Arif Setiawan menjelaskan, ide awal pembuatan kampung edukasi berawal dari obrolan bersama para pemuda di tiga rukun tetangga di dusun Manggung, yakni pemuda RT tiga, empat dan lima.
Para pemuda di tiga rukun tetangga ini prihatin pada kondisi sungai kampung yang mulai tercemar dan banyak terdapat sampah.
Hasil dari musyawarah itu kemudian ditindak lanjuti dengan menebar ikan di kalen untuk menjaga ekosistem sungai.
"Ide awal mulai terfikirkan pada bulan September 2017. Kami para pemuda menebar benih ikan, sebagai stimulan, supaya warga tidak buang sampah ke kalen," terangnya.
Selain menebar benih ikan, para pemuda juga membuat saringan irigasi yang fungsinya untuk menjaring sampah yang hanyut disungai.
Hasilnya, tak disangka. Sungai kecil di dusun manggung yang awalnya kumuh, sedikit demi sedikit mulai bersih. Kesadaran masyarakat tumbuh dan tak lagi membuang sampah ke dasar sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/taman-edukasi-wukirsari_20180327_150835.jpg)