Eks WTT Kurang Puas Hasil Diskresi

Sebagian warga eks Wahana Tri Tunggal (WTT) merasa belum puas dengan ganti rugi asetnya yang terdampak pembangunan bandara.

Eks WTT Kurang Puas Hasil Diskresi
IST
Suasana pencairan dana ganti rugi aset milik warga eks WTT di Balai Desa Glagah, Senin (26/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sebagian warga eks Wahana Tri Tunggal (WTT) merasa belum puas dengan ganti rugi asetnya yang terdampak pembangunan bandara.

Mereka memandang ada aset yang belum terhitung dari hasil penilaian ulang sebelumnya dan tidak ikut terbayarkan dalam pencairan ganti ruginya.

Adapun pada Jumat (23/3/2018) dan Senin (26/3/2018) dilakukan pencairan dana ganti rugi untuk warga mantan penolak bandara itu berdasarkan diskresi pengukuran dan penilaian ulang aset bangunan, tanam tumbuh, dan sarana pendukung lain (SPL). 

Pembayaran dilakukan untuk 99 warga WTT dengan nilai total Rp 20,3 miliar.

Yakni 31 warga Palihan dengan nilai Rp 8,3 miliar dan 68 warga dari Glagah dengan nilai kompensasi sekitar Rp12 miliar. 

Baca: AP I: Diskresi WTT Segera Kami Bayarkan Seluruhnya

Humas WTT, David Yunianto mengatakan bahwa warga menyambut gembira pencairan dana ganti rugi aset tersebut mengingat mereka sudah menunggu lama permohonan diskresinya dikabulkan.

Meski demikian, menurutnya masih ada beberapa warga yang kurang puas dengan ganti rugi tersebut karena belum seluruh asetnya dihitung. 

Semisal, sumur dan paralon yang ada di ladang.

Ada juga warga yang merasa memiliki beberapa bidang namun hanya satu atau dua bidang saja yang dibayarkan ganti ruginya.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved