Umat Buddha, Konghucu, dan Tao Beribadah Bersama di Magelang

Ratusan umat Tridharma mengawali peringatan ini dengan beribadah bersama di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Puluhan umat agama Buddha, Konghucu dan Tao dari berbagai daerah saat melaksanakan ibadah bersama di Kelenteng Liong Hok Bio, Kota Magelang, Jumat (23/3/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA,COM, MAGELANG - Puluhan umat agama Buddha, Konghucu dan Tao dari berbagai daerah melaksanakan ibadah bersama di Kelenteng Liong Hok Bio, Kota Magelang, Jumat (23/3/2018).

Mereka menyambut peringatan hari kelahiran Lao Tse, nabi bagi umat ketiga agama tersebut.

Direktur Jenderal Bina Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Caliadi mengatakan, peringatan Hari Kelahiran Lau Tse, nabi bagi umat Tridharma tahun ini memang dipusatkan di Kota Magelang.

Ratusan umat Tridharma yang terdiri dari Konghuchu, Buddha, maupun Tao mengawali peringatan ini dengan beribadah bersama di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang.

"Peringatan Lao Tse tahun ini dipusatkan di Kota Magelang, kami mulai dengan ibadah bersama, tiga umat sekaligus, Konghucu, Buddha dan Tao," ujar Caliadi, Jumat (23/3/2018) di sela ibadah bersama di Kelenteng Liong Hok Bio, Kota Magelang.

Caliadi mengatakan, pihaknya menyambut baik ibadah bersama dari tiga umat beragama tersebut.

Menurutnya, ibadah bersama ini dapat menjalin tali silaturahmi antara ketiga umat, sehingga dapat hidup damai dan berdampingan.

"Melalui doa bersama ini, maka akan terjalin silaturahmi baik intern maupun antar umat beragama," ujar Caliadi.

Lanjut Caliadi, terdapat doa khusus yang dipanjatkan oleh ketiga umat tersebut yakni, berdoa untuk keamanan, kedamaian dan kesejahteraan bangsa, sehingga tetap menjadi bangsa yang besar.

"Mengingat tahun ini adalah tahun politik, kami juga berdoa agar bangsa Indonesia kembali ke alam sehingga akan terbangun menjadi bangsa yang besar dan semua merasakan ketentraman," ujarnya.

Wakil Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Jateng, Suhandoko menambahkan, hari kelahiran nabi Lau Tse ini memang dirayakan di bulan kedua tanggal 15 penanggalan Imlek.

Dalam peringatan hari lahir Lau Tse, pihaknya berharap semua kembali ke alam dan umat tidak menentangnya.

"Hal itu dimaksudkan agar bangsa Indonesia tetap damai dan sejahtera," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Klentheng Liong Hok Bio, Paul Candra Wesiaji, mengatakan, ibadah untuk peringatan hari lahir Lau Tse ini diikuti oleh umat dari berbagai daerah bahkan juga diikuti umat dari luar negeri.

"Banyak umat yang datang dari Magelang, luar kota, hingga luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Italia, Tiongkok. Mereka sengaja datang ke Klentheng Liong Hok Bio untuk ikut berdoa merayakan kelahiran nabi Lau Tse," jelasnya.

Selama peribadatan berlangsung, umat juga melakukan ritual persembahan kepada dewa berupa 9 unsur, seperti dupa, air, buah, bunga, makanan, teh, kain, mutiara dan emas.

Semua persembahan itu dimasukkan kedalam wadah berwarna merah, kemudian dibawa ke depan altar untuk didoakan oleh para sesepuh agama. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved