Kisah Heroik Serbuan Kilat Koppasandha Lumpuhkan Teroris Pembajak Pesawat

Dalam peristiwa itu 14 anggota Komando Jihad membunuh empat personil polisi pada 11 Maret 1981

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
Pesawat Garuda DC 9 'Woyla' yang dibajak 

TRIBUNJOGJA.COM - Indonesia memiliki sejarah panjang dalam penumpasan gerakan radikal macam terorisme.

Dan semuanya berawal pada Maret 1981.

Saat itu, 28 Maret 1981 sebuah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia hendak terbang dari Talangbetutu, Palembang ke Bandara Polonia, Medan.

Namun pihak maskapai tak menyadari bahwa ada 6 orang teroris yang menyamar sebagai penumpang.

Dalam penerbangan, keenam orang teroris itu kemudian membajak pesawat.

Mereka mengidentifikasi diri sebagai 'Komando Jihad' yang dipimpin oleh Imran bin Muhammad Zein.

Pesawat berjenis DC-9 Woyla itu kemudian diarahkan untuk terbang ke Bandara Penang, Malaysia untuk mengisi bahan bakar.

Kemudian mereka terbang lagi dan mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand.

Rencananya, pesawat akan diarahkan terbang ke Libya tapi karena bahan bakar tak mencukupi mereka kembali mendarat di Bangkok.

Di Bandara Don Mueang inilah peristiwa bersejarah ini terjadi.

Pimpinan teroris pembajak pesawat, Imran bin Muhammad Zein menyerukan agar rekannya yang ditahan saat peristiwa Cicendo dibebaskan.

Dalam peristiwa itu 14 anggota Komando Jihad membunuh empat personil polisi pada 11 Maret 1981.

Selain itu, para pembajak juga meminta uang tebusan senilai 1,5 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 20 miliar.

Jika tuntutannya tidak dipenuhi maka mereka akan meledakkan pesawat bersama seluruh awak dan penumpangnya.

Kejadian ini langsung ditanggapi dengan sangat serius oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved