Berjalan Puluhan Kilometer, Ratusan Tentara Ini Napak Tilas Rute Gerilya Jenderal Sudirman
Berjalan puluhan kilometer, ratusan tentara ini napak tilas rute gerilya Jenderal Sudirman
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan taruna-taruni dari Akademi Militer TNI melaksanakan napak tilas rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Ratusan tentara ini akan berjalan kaki menyusuri rute perjalanan puluhan kilometer sebagai pengingat perjuangan ketika sang panglima bergerilya melawan Belanda.
Dengan mengusung tandu sebagai duplikat dari tandu sang jenderal, ratusan tentara menyusuri jalanan yang dulunya dilalui oleh Jenderal Sudirman.
Langkah pertama memulai perjalanan ini disaksikan langsung oleh Wadanjen Akademi TNI Mayjen Dody Usodo Hargo, Direktur Pendidikan Akademi TNI Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Djoko Andoko, Bupati Bantul Drs Suharsono, dan Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan.
Wadanjen Akademi TNI Mayjen Dody Usodo Hargo, mengatakan, dilaksanakannya Napak Tilas Jenderal Sudirman adalah bagian dari kurikulum pendidikan akademi tentara nasional Indonesia.
Baca: Presiden Duterte akan Hancurkan 841 Mobil Mewah Selundupan
Tujuannya untuk meletakkan nilai dasar-dasar perjuangan pahlawan, para pejuang pendiri bangsa, utamanya adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman beserta seluruh pasukan saat gerilya.
"Nilai perjuangan itu nilai intrinsik, tak akann habis oleh zaman dan takkan lekang oleh waktu dan dikenang kuat dalam sanubari. Nilai itu harus ditanamkan kepada anak-anak kita (tentara) yang akan melanjutkan perjuangan berikutnya," kata Mayjen Dody, ketika membuka upacara pelepasan ratusan tentara, Rabu (21/03/2018) pagi.
Kenapa nilai perjuangan perlu ditanamkan, lanjut Mayjen Dody, supaya para taruna dan taruni bisa menghayati perjuangan para pendiri bangsa.
Dody kemudian mengutip satu pernyataan tegas yang dikatakan Jenderal Sudirman, "Dengan dan tanpa pemerintah kami akan tetap melakukan perlawanan terhadap Belanda. Yang sakit itu Sudirman, panglima tidak sakit, panglima tetap bisa memimpin perjuangan. Itu perkataan Jenderal kala itu," terangnya.
Upacara start dimulai dari Dusun Grogol XI di desa Parangtritis, Kretek, Bantul dan direncanakan akan menempuh perjalanan tiga etape hingga finish di desa Bedoyo, Gunungkidul.
Perjalanan yang ditempuh oleh ratusan tentara ini kurang lebih sepanjang 80 kilometer.
"Perjalanan ini akan ditempuh selama 3 hari. Sepanjang kira-kira 80 km. Semuanya ada 435 taruna-taruni. Formasinya gabungan dari darat, laut dan udara," paparnya.
Lebih lanjut, mantan komandan Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat ini mengungkapkan, banyak nilai yang bisa dirasakan ketika Jenderal Sudirman melakukan gerilya, termasuk perjuangan tentara yang harus benar-benar menyelam bersama rakyat.
Bersama rakyat tentara kuat.
"Tanpa rakyat, (tentara) nggak ada apa-apanya," ungkap dia. (tribunjogja)