Selopamioro Sumbang Hasil Panen Beras

Kamis (15/3/2018) ini menjadi penanda panen pertama tahun ini setelah bupati bantul secara simbolis membuka proses panen.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Bupati Bantul, Suharsono (tengah) saat melakukan panen padi di Bulang Lanteng, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Kamis (15/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Desa Selopamiro yang masuk wilayah Imogiri, Bantul menjadi wilayah yang cukup banyak menyumbang beras daerah Bantul.

Di daerah ini ada sekitar 600 hektar lahan persawahan dengan titik terpusat.

Cukup besar untuk ukuran desa dengan hasil pertanian utama berupa padi.

Kamis kemarin menjadi penanda panen pertama tahun ini setelah bupati bantul secara simbolis membuka proses panen.

Lokasi panen secara seimbolis sendiri dilakukan di Bulak Lanteng, Selopamioro, Imogiri, Bantul dengan melibatkan para petani sekitar daerah Selopamioro.

"Ubinan rata-rata dari Selopamioro adalah 8,12 ton gabah kering per hektar. Masih kalah dibanding Sriharjo, Kebonagung atau Karangtalun yang mencapai 11 sampai 12 ton. Tapi angka 8,12 ini sudah terhitung bagus," kata Lukito selaku Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Imogiri.

Melihat hasil panen yang cukup baik ini menurut Lukito, Selopamioro bisa menyumbang suplai beras ke gudang dengan jumlah yang cukup banyak jika rencana branding beras Bantul ini benar-benar terealisasi.

Para petani di Selopamioro pun juga masih konsisten menggarap sawahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved