Lipsus Warga Binaan Rutan

Makanan dari Luar Pasti Diobok-obok Sipir

Agustiyar mengungkapkan di dalam rutan tersedia koperasi dengan harga yang sama dengan di luar, bahkan lebih murah.

Makanan dari Luar Pasti Diobok-obok Sipir
Dok Agustiyar Ekantoro
Kegiatan tamping dapur saat menyiapkan makan siang untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II A Yogyakarta (13/3) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Apapun bentuknya, bagaimanapun rasanya, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II A Yogyakarta harus menyantap makanan yang telah disediakan.

Keluarga WGB yang berkunjung tidak bisa leluasa memberikan makanan.

Kepala Rutan Kelas II A Yogyakarta, Agustiyar Ekantoro mengatakan, keluarga tidak boleh membawa makanan saat berkunjung.

Kalaupun keluarga datang membawa makanan, maka makanan tersebut harus diperiksa.

"Keluarga sebenarnya nggak boleh bawa makanan. Kalau bawa makanan harus kering. Tidak boleh kemasan, harus terbuka. Kalau sudah dinyatakan aman baru boleh masuk," tegas Agustiyar, Selasa (13/3/2018).

Ia menuturkan makanan yang masuk dari luar dinilai sebagai makanan yang berbahaya.

Menurutnya, keluarga atau kerabat yang berkunjung bisa saja mencampurkan sesuatu di dalamnya,  misalnya narkoba.

Baca: Ini Proses Penganggaran Makanan Warga Binaan di Lapas atau Rutan

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelundupkan narkoba.

"Caranya ya banyak, bisa disuntikkan, bisa diselipkan. Kalau pun keluarga mau bawa nasi goreng atau bakmi goreng. Maaf saja ya harus rela diobok-obok dulu," ungkap Agustiyar.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved