Perang Suriah
Dubes Suriah : Mereka Liar dan Mereka Berbohong!
Duta Besar Suriah di PBB, Bashar Ja'afari merespon ancaman AS yang akan menggempur pasukan Suriah
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Duta Besar Suriah di PBB, Bashar Ja'afari merespon ancaman AS yang akan menggempur pasukan Suriah. Tanggapan keras itu diucapkan di depan sidang DK PBB, dan juga di depan Dubes AS Nikki Haley.
Baca: AS Ancam Gempur Pasukan Suriah di Ghouta
Ia mengutip kata-kata penyair Najib Mahfouz, peraih Nobel kususasteraan. "Mereka liar, mereka tahu liar, dan mereka tahu kita tahu jika mereka itu liar. Namun mereka menutupi kebohongan itu rapat-rapat," kata Ja'afari dalam rekaman video yang dirilis Steemit.com, Selasa (13/3/2018).
Sebelumnya, Ja'afari menegaskan Suriah memerangi teroris yang merobek-robek persatuan rakyat Suriah. Kelompok-kelompok itu disponsori negara asing, dan Ja'afari meminta para sponsor itu berhenti beraksi.
Baca: Richard Chase, Si Pembunuh Berantai Berjuluk Vampir dari Sacramento yang Hobi Minum Darah Korban
Ja'afari mengingatkan pemimpin AS agar belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya di Vietnam, Somalia, Afghanistan, Somalia dan Yaman. "Berhentilah mendukung mereka," seru Ja'afari ke perwakilan AS, Perancis, Inggris di persidangan.
Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, secara terbuka sebelumnya mengancam AS akan menggempur pasukan Suriah di Ghouta jika Dewan Keamanan PBB tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan serangan ke kota itu.
Secara khusus, Nikki Haley merujuk serangan serupa yang dilakukan pasukan udara AS ke pangkalan Al-Shairat Suriah ketika muncul laporan Suriah menggunakan gas kimia saat menyerang paskan pemberontak di Khan Sheykoun.
Baca: Dibeking Kekuatan Udara Rusia, Suriah Tegaskan Pembebasan Ghouta Timur Terus Berlanjut
Klaim sepihak yang didasarkan laporan kelompok White Helmets. Kelompok White Helmets mengklaim pihak independen yang bekerja untuk kemanusiaan.
Kelompok ini dibentuk seorang warga Inggris, eks tentara Kerajaan Inggris. Belakangan diketahui anggota White Helmets identik dengan mlisi-milisi bersenjata dukungan barat.
Sikap Haley ini bertolak belakang dengan fakta di Ghouta timur, tempat berkumpulnya kelompok- kelompok militan Jaish al-Islam, Hayat Tahrir al-Sham atau Jabhat Nusra yang sesungguhnya identik dengan jaringan Al Qaeda.
Wakil Tetap Rusia di PBB, Vassily Nebenzia menegaskan para petempur di Ghouta tak bisa dilepaskan dari kelompok-kelompok teroris.
Menurut Vassily, mereka terkoordinasi dalam satu rantai komando dengan Jabhat al-Nusra. Mereka ini yang disebut kelompok oposisi oleh pihak AS dan mereka dukung dana, politik, maupun senjata.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-tetap-as-di-pbb-nikki-haley_20180313_090046.jpg)