Dukung Revitalisasi Malioboro, Penarik Becak Akan Pindah Tempat Mangkal
Penarik becak yang biasa mangkal di dekat Indomart sisi Malioboro bagian barat mengatakan belum tau nantinya mau pindah kemana untuk sementara waktu.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Revitalisasi kawasan Malioboro sisi barat mulai dilakukan pada Senin, 12 Maret 2018.
Waluyo, yang merupakan penarik becak yang biasa mangkal di dekat Indomart sisi Malioboro bagian barat mengatakan belum tau nantinya mau pindah kemana untuk sementara waktu.
“Saya lihat situasi dulu. Kalau besok dipikir besok, mungkin geser-geser saja ke sebelah selatan yang tidak sedang di revitalisasi,” terangnya
Waluyo yang biasa menarik becak dari pukul 08.00-15.00 WIB, juga mengatakan bahwa dirinya mendukung program revitalisasi yang tengah berjalan.
“Kalau ingin bagus ya butuh proses. Saat ini memang sedang tahap pengerjaan, nantinya mungkin bisa lebih bagus,” terangnya
Tresno Prasojo, yang sejak 1994 mengandalkan mata pencaharian sebagai kusir andong mengaku belum tahu nasibnya nanti akan bagaimana setelah tahap pengerjaan selesai.
“Kalau beritanya belum begitu jelas, setelah revitalisasi selesai kita akan dikemanakan. Katanya juga akan dibatasi hanya beberapa andong saja yang boleh disini. Kata polisi tadi kita masih diberi tempat, pastinya belum tau,” ungkap Tresno.
Tresno mengaku jika biasanya dia parkir andong di pojok bagian utara, yang saat ini sedang diadakan pengerjaan.
“Sejak setelah gempa saya sering mangkal di pojok sana. Nanti kalau gak boleh mangkal disini paling ke alun-alun atau ke pasar,” terangnya.
Tresno mengatakan jika kemungkinan nanti sebagian andong akan di parkiran belakang Beringharjo.
“Kemungkinan nanti andong yang disini hanya belasan sampai 25 an saja. Kalau harapannya ya supaya masih bisa disini, soalnya selain sudah lama andong juga identik dengan Keraton,” ucap Tresno.
Nur Wakhid yang juga kusir andong yang juga sering memarkir andongnya di sisi barat Malioboro mengaku juga mendukung program yang dicanakan pemerintah.
“Pembangunan ini kan untuk kemajuan Yogya, bukan kemajuan pribadi. Saya mendukung apa yang direncanakan pemerintah,” terangnya
Namun, mengenai nasibnya kelak, Wakhid juga meminta kebijaksanaan pemerintah.
“Mungkin kita meminta kepastian nanti mau ditaruh dimananya. Andong itu sudah identik dengan Yogya, dan wisatawan juga kalau cari andong biasanya di Malioboro. Kalau bisa para andong jangan sampai macet usahanya,” ungkap Wakhid.
Mengenai revitalisasi yang sudah berlangsung, Wakhid mengaku sudah melakukan ancang-ancang untuk sementara waktu.
Dia memilih pindah ke titik lain yang bisa digunakan untuk parkir andong.
“Mungkin nanti di sebelah timur pasar Bringharjo, di Taman Pintar, Alun-alun utara yang dekat lapangan, atau di sebelah timur pasar Ngasem,” terang Wakhid. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/revitalisasi-malioboro_20180312_223417.jpg)