Kisah Sumpit Benda yang Ada Sejak Zaman Neolitik

Sumpit awalnya berasal dari Tiongkok. Ia diduga sudah ada sejak zaman Neolitik sekitar 5000 tahun sebelum masehi

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
Foto Richard Susilo
Sumpit 

Menurut Ota Masako, peneliti sumpit di Jepang, setidaknya, pada masa perang (akhir Dinasti Zhou) tahun 475-221 SM, sumpit sudah digunakan secara luas di Cina. Sumpit pun belakangan lebih sering disebut kuaizi.

Menyebar ke seluruh Asia

Penggunaan sumpit menyebar luas di daratan Cina sejak masa Dinasti Song abad 14. Ia digunakan dalam berbagai kesempatan jamuan dan makan sehari-hari. Bahkan, sudah menjadi bagian penting dalam budaya tradisi komunal makan meja bundar.

Pada abad ke-7, sumpit mulai digunakan penduduk Jepang. Tak lama setelah itu, diikuti masyarakat Korea.

Dalam kebudayaan Cina, sumpit tak hanya digunakan sebagai alat makan semata. Ia memiliki simbol budaya. Sumpit digunakan sebagai hadiah pernikahan, tanda cinta pasangan, dan harapan bahagia bagi pengantin.

Sumpit pun menjadi simbol kesejahteraan. Apalagi ketika ia dibuat dari emas, perak, gading, giok, eboni dan kayu langka lainnya.

Rupanya, sumpit memiliki kisah yang cukup panjang. Saat ini, perangkat makan asal Tiongkok ini telah menyebar ke seluruh dunia. Bersamaan dengan menjamurnya restoran Tiongkok, Jepang dan Korea.

Ya, sumpit telah menjadi ikon kuliner global makanan asia. (Agni Malagina, Sinolog FIB UI nationalgeographic.co.id)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved