Tukinem Dibunuh Anak Kandung dan Kerabat dalam Ritual Pengusiran Roh Jahat

Kematian Tukinem (51), warga Dusun Jerukgulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek sudah terungkap.

Editor: Mona Kriesdinar
Surya
Para tersangka yang membunuh Tukinem (51) dengan cara memasukkan selang ke dalam mulutnya, Selasa (6/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.com, TRENGGALEK - Kematian Tukinem (51), warga Dusun Jerukgulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek sudah terungkap.

Penyidik Satreskrim awalnya menetapkan lima tersangka dari 15 saksi tewasnya Tukinem (51), warga Dusun Jerukgulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Dari penyembangan jumlah tersangka kemudian bertambah menjadi tujuh orang.

Baca: Awalnya Dikira Tewas Kesurupan, Tukinem Ternyata Dibunuh Dicekoki Air Oleh Anak Kandung!

Para tersangka adalah Rini Astuti (anak korban), Jayadi Budi (menantu korban), dan Jemitun (adik kandung). Ketiganya dijerat dengan undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Jasad Tukiyem saat dibawa dari rumah duka


Artikel ini telah tayang di Tribunjateng dengan judul Awalnya Dikira Karena Kesurupan, Ternyata Wanita Ini Tewas Dicekoki Air, Pelakunya Tak Terduga, http://jateng.tribunnews.com/2018/03/06/awalnya-dikira-karena-kesurupan-ternyata-wanita-ini-tewas-dicekoki-air-pelakunya-tak-terduga?page=all.

Editor: muslimah
Jasad Tukiyem saat dibawa dari rumah duka

Empat tersangka lainnya adalah Suyono (adik ipar), Katenun (adik ipar), Apriliani (keponakan) dan Andris Prasetyo (keponakan). Keempatnya dijerat pasal 170 (1) KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra mengatakan, para pelaku yang masih berkerabat ini melakukan ritual sejak Jumat (2/3/2018).

Mereka menyembelih lima ekor ayam kemudian dimasak, dan dimakan dengan nasi kuning.

"Ritual dilakukan hingga hari Minggu (4/3/2018) pukul 04.00 WIB," terang Didit, Selasa (6/3/2018).

Pukul 09.00 wib, Rini Astuti, anak korban meminta peserta ritual mengeluarkan seluruh perabot dari dalam rumah.

Tujuannya agar ada ruang lebih luas untuk melakukan ritual selanjutnya.

Rini kemudian minta seluruh anggota keluarga menyiramkan air ke seluruh tubuh.

Sekitar pukul 15.30 wib korban keluar rumah dan mengeluh sakit perut.

"Awalnya anak korban mengobati korban dengan mengguyurkan air ke ke seluruh tubuh korban," tambah Didit.

Rini pula kemudian yang berinisiatif memasukkan selang ke dalam mulut Tukinem.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved