Prasasti Terbaru Candi Kedulan Dibeber di UGM
Prasasti Candi Kedulan, ditemukan akhir 2015, dan melengkapi dua prasasasti sebelumnya dari Kedulan, yaitu Sumundul dan Panangaran
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Departemen Arkeologi FIB UGM menggelar Seminar Nasional Epigrafi, mulai Selasa (6/3/2018) siang ini.
Seminar menghadirkan belasan narasumber yang mengkaji prasasti-prasasti terkini yang ditemukan dan berhasil dibaca.
Baca juga:
Ketua Panitia Seminar, Mimi Savitri, mengatakan seminar berlangsung dua hari, hingga Rabu (7/3/2018) di University Club UGM.
Makalah yang dipresentasikan ditulis berbagai kalangan dengan sumber prasasti masa Hindu-Buddha dan Islam.
"Makalah yang dipresentasikan akan dijadikan proceeding pada 2019, diharapkan memberi kontribusi luas bagi masyarakat, ilmu epigraf dan sejarah Indonesia," kata Mimi.
Salah satu yang menarik dan ditunggu-tunggu adalah ekspose pembacaan prasasti terbaru temuan di Candi Kedulan.
Prasasti itu ditemukan akhir 2015, dan melengkapi dua prasasasti sebelumnya dari Kedulan, yaitu Sumundul dan Panangaran.
Materi hasil kajian akan dibeberkan epigraf muda UGM, Tjahjono Prasodjo MA dan J Susetyo E Yuwono.
Event ini juga sekaligus forum untuk melepas ahli sejarah UGM, Dr Djoko Dwiyanto, yang bulan ini memasuki masa purna tugas.
Nanti malam akan digelar bedah buku karya Djoko Dwiyanto yang pakar sejarah klasik Indonesia ini.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/seminar-nasional-epigrafi_0603_20180306_143648.jpg)