Angka Kebutaan Katarak di Indonesia Masih Tinggi

Ketua Perdami Seksi Penanggulangan Buta Katarak, Prof dr Suharjo SpM(K) menuturkan, dari semua kebutaan, lebih dari 50% disebabkan katarak.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Prof dr Suharjo spm (K) saat jumpa pers di Poli Mata RSUP Sardjito, Selasa (6/3/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Kebutaan katarak masih menjadi masalah kesehatan di kalangan masyarakat Indonesia.   

Katarak merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di lndonesia dan di dunia.

Ketua Perdami Seksi Penanggulangan Buta Katarak, Prof dr Suharjo SpM(K) menuturkan, dari semua kebutaan pada masyarakat, lebih dari 50% disebabkan oleh katarak.

"Kebutaan katarak masih tinggi di Indonesia, cukup tinggi. Sebenarnya katarak sendiri dapat disembuhkan melalui operasi, kecuali ada penyakit di luar katarak yg menimbulkan kebutaan," papar Suharjo ketika menggelar press conference di RSUP Dr Sardjito pada Selasa (6/3/2018).

Menurut Riskesdas 2013, prevalensi katarak tertinggi di Sulawesi Utara sebesar 3,7% diikuti oleh Jambi sebesar 2,8% dan Bali 2,7%.

Sedangkan untuk prevalensi katarak terendah ditemukan di DKI Jakarta sebesar 0,9% diikuti Sulawesi Barat sebesar 1.1%

"Tiga alasan utama penderita katarak belum dioperasi adalah karena ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakberanian," lanjutnya.

Di DIY prevalensi katarak sebesar 2.0 %, diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak akan selalu bertambah sebesar 0,1%  dari jumlah penduduk di Indonesia atau kira-kira 250.000orang per tahun.

"Sementara itu kemampuan kita  untuk melakukan operasi katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180.000 per tahun, sehingga setiap tahun selalu bertambah backlog katarak sebesar 70.000," imbuhnya.

Ia menambahkan, jika tidak segera mengatasi backlog katarak, maka angka kebutaan di Indonesia semakin lama akan semakin tinggi.  (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved