Jenderal Iran Punya Bukti Koalisi AS-ISIS
Ia memiliki data presisi tentang kapan dan di mana alat-alat negara AS menjemput dan menerbangkan pentolan ISIS
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Jenderal terkenal Iran, Mayjen Qassem Soleimani, ingin menampar wajah pemerintah AS dengan bukti-bukti valid kerjasama organ negara itu dengan gerombolan ISIS.
Komandan Unit Khusus Quds Garda Republik Iran itu menyatakan memiliki data presisi tentang kapan dan di mana alat-alat negara AS menjemput dan menerbangkan pentolan ISIS dari Suriah ke lokasi aman.
Informasi ini disampaikan Hossein Amir Abddollahian, penasehat masalah internasional parlemen Iran kepada Press TV, dikutip Sputniknews, Minggu (4/3/2018).
Hossein pun telah bertemu Qassem, dan disodori data-data akurat tentang persekongkolan rahasia di medan perang Suriah itu.
"Dia memberi saya dokumen itu, dan meminta saya menamparkannya langsung ke wajah barat dan PBB," kata Hossein.
Baca: ISIS Luncurkan Serangan Ganda di Irak
Qassem sebelumnya telah mengirimkan temuan ini ke Menlu Iran, Javad Zarif, supaya membeberkannya ke publik dan memberitahu rakyat Amerika tentang ini.
Dokumen Qassem ini menerangkan secara akurat posisi geografis, waktu, dan detil lain kerjasama AS dengan ISIS di lapangan.
Hossein mengingatkan memori ketika Kota Mosul masih dikuasai ISIS, dan pasukan Irak berusaha merebutnya, sebuah pesawat transpor A-330 mendarat di bandara Mosul.
Pesawat itu berisi logistik perang dan seorang jenderal AS. Perwira itu kemudian turun dan di ruang VVIP di bandara bertemu pentolan ISIS selama 3 jam 23 menit.
Selanjutnya sang jenderal kembali ke pesawat, diikuti pemimpin ISIS. Logistik diturunkan dan diserahkan ke kelompok Daesh di Mosul.
Baca: Ada Tangan-tangan Misterius Dibalik Menguatnya Posisi ISIS di Afghanistan
Di Suriah, beberapa waktu lalu sebuah helikopter AS mendarat di pangkalan Al-Shakinah di Suriah utara.
Selain menurunkan logistik perang, helikopter itu kemudian menerbangkan beberapa pentolan Daesh yang tertangkap.
"Belakangan kami mendapatkan informasi para pentolan Daesh itu dikirimkan ke Afghanistan utara, Libya, dan Yaman selatan," lanjut Hossein.
Sebuah pangkalan di kamp pengungsi Al-Hasakeh, menurut pemerintah Rusia, Suriah, dan Iran, telah disulap oleh AS menjadi pusat pelatihan militer anggota kelompok militan anti-Damaskus.
Pemerintah AS berulang-ulang membantah tuduhan ini. Mereka menyatakan kehadiran mereka di Irak dan Suriah adalah upaya melawan kelompok teroris, terutama ISIS.(Tribunjogja.com/Sputnik/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pejuang-negara-islam-isis_20161027_163336.jpg)