ISIS Luncurkan Serangan Ganda di Irak

Gerombolan bersenjata Islamic State Iraq and Sham (ISIS) kembali meluncurkan serangan roket ganda di sejumlah wilayah di Irak.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
Reuters via kompas.com
Seorang pejuang Negara Islam (ISIS) memegang bendera ISIS dan senjata di Mosul, Irak. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Gerombolan bersenjata Islamic State Iraq and Sham (ISIS) kembali meluncurkan serangan roket ganda di sejumlah wilayah di Irak.

Roket-roket diluncurkan kelompok Daesh ke kubu tentara pemerintah Irak di Diyala, Kirkuk, dan Anbar.

Kabar dilansir Al Masdar News Network, Minggu (4/3/2018).

Di Diyala, serangan Daesh ditujukan ke patroli Popular Mobilization Units (PMU) di jalan antara Khanaqin dan Sadiyah.

Serangan ini menghancurkan dua kendaraan tempur PMU. Di Kirkuk yang kaya minyak, kelompok ISIS mengincar dua target.

Baca: Ada Tangan-tangan Misterius Dibalik Menguatnya Posisi ISIS di Afghanistan

Pertama, basis PMU di Desa Bashir dan pos polisi federal di Desa Al Abassi.

Daesh mengklaim menewaskan dua tentara pemerintah dan menghancurkan kendaraan militernya.

Di Anbar, kelompok teroris melancarkan serangan bunuh diri ke sebuah pos pemeriksaan militer di Kota Ramadi.

Serangan kembar bom tepi jalan dengan sasaran patroli militer di dekat tapal batas dengan Irak- Yordania.

Serangan temporer ini dinilai upaya gerombolan bersenjata itu untuk menyatakan eksistensinya masih ada di Irak.

Baca: Suriah Tuduh AS Terbangkan Pentolan ISIS ke Lokasi Aman

Tiga tahun terakhir, Irak yang dibantu pasukan koalisi pimpinan AS, berjuang merebut sebagian besar wilayahnya yang semula dikuasai ISIS.

Mosul, kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad, bisa direbut kembali tahun lalu lewat perang kota selama berbulan-bulan.

Kota kuno itu nyaris 90 persen hancur oleh peperangan.

Jutaan penduduknya mengungsi ke Eropa, Turki, Iran, maupun ke wilayah tetangganya, Suriah.(Tribunjogja.com/AMN/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved