Polda DIY dan Pemda Efektifkan Program Polisi di Sekolah

Program itu dilakukan tanggal 15 Februari tahun 2018 dan nantinya diberlakukan di SMP dan SMA khusus yang berada di DIY.

Polda DIY dan Pemda Efektifkan Program Polisi di Sekolah
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Kabid Humas Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yuliyanto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mencegah tindak kekerasan pelajar yang dapat mengarah ke tindak pidana, pihak Kepolisian bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY membuat kesepakatan bersama yakni mengefektifkan kembali program penempatan dua polisi di satu sekolah.

Adapun kesepakatan itu dilakukan tanggal 15 Februari tahun 2018 dan nantinya diberlakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) khusus yang berada di DIY.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yuliyanto mengungkapkan, bahwa program dua polisi di satu sekolah sebetulnya telah digalakkan pihaknya beberapa tahun lalu.

Namun, karena maraknya kenakalan remaja yang semakin terjadi saat ini membuat pihaknya mendorong Disdikpora agar membuat nota kesepemahaman bersama, dengan tujuan agar program tersebut berjalan lebih efektif dibandingkan yang sebelumnya.

"Nota kesepakatan sudah ditandatangani beberapa waktu lalu. Dengan nota kesepakatan itu, nantinya digunakan sebagai dasar hukum keberadaan Polisi di sekolah yang dimaksud dan pihak sekolah juga nantinya tidak ragu-ragu menerima Polisi," katanya beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, penempatan dua Polisi tersebut dilakukan di beberapa SMP dan SMA yang dikategorikan khusus oleh pihaknya, pengkategorian tersebut juga dilakukan berdasarkan pemetaan oleh pihaknya.

Dikatakannya pula, jika program tersebut sebelumnya banyak melibatkan anggota Satlantas.

Akan tetapi, untuk saat ini pihaknya melibatkan anggota intelkam dan Satbinmas dalam program tersebut.

"Program ini tidak diberlakukan di semua SMP dan SMA di DIY, hanya beberapa saja, itu saja yang masuk dalam pantauan kami. Untuk jumlahnya ada puluhan sekolah dan program ini berlaku di seluruh DIY," ujarnya.

"Dengan program ini diharapkan dapat mencegah tindak kekerasan oleh pelajar, baik sebagai pelaku atau korban," imbuhnya.

Ditambahkan AKBP Yuliyanto, untuk tugas setiap Polisi yang ditempatkan di sekolah yang dimaksud sebagai penguatan hubungan kemitaan antar lembaga.

Selain itu, sebagai langkah untuk mencegah pelajar menjadi pelaku dan korban dari tindak pidana, serta berupaya meningkatkan partisipasi aktif antara guru, pelajar, wali murid dan masyarakat guna memelihara keamanan dan ketertiban baik di dalam dan luar lingkungan Sekolah.

"Intinya dengan program itu untuk membantu pihak sekolah menyelesaikan masalah yang dialami murid, khususnya yang berkaitan dengan hukum. Selain itu, kami juga bantu guru-guru untuk menanganani anak-anak nakal dan perilakunya ke arah kriminal," pungkasnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved