Ini Bedanya Busana Muslim di Indonesia dan di Australia
Salah satu perbedaan cara berbusana perempuan Muslim di Australia dan Indonesia menurut dia adalah cara pemakaian penutup kepala.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Suasaa sore di halaman Museum Sejarah Jakarta terasa meriah oleh lenggak-lenggok para model berbalut busana muslim.
Adalah fashion blogger dan desainer asal Australia, Delina Darusman-Gala dan desainer Indonesia Jenahara Nasution yang memamerkan koleksinya, Kamis (1/3/2018) kemarin.
Koleksi tersebut dibawakan keduanya dalam pembukaan eksibisi "Faith Fashion Fusion: Muslim Women's Style in Australia".
Sekilas, perbedaan terlihat dari gaya busana yang dibawakan para model.
Pakaian yang dipamerkan lewat koleksi Delina cenderung lebih sederhana dan sporty.
Sementara busana yang dipamerkan Jenahara cenderung lebih bertumpuk.
Misalnya dengan blazer yang dipadukan dengan manset polos atau kemeja.
Nah, apa kata para desainer soal perbedaan busana muslim Australia dan Indonesia?
Baca: Lima Busana Muslim Melenggang di London Fashion Week
Terinspirasi gaya berbusana unik di Jepang, Delina membawakan koleksi baju Muslim dengan dominasi warna gelap, seperti biru dan abu.
Salah satu perbedaan cara berbusana perempuan Muslim di Australia dan Indonesia menurut dia adalah cara pemakaian penutup kepala.
Di Australia, mereka memakai scarf dengan variasi pemakaian.
"Beberapa pakai turban, tapi tetap syar'i. Tapi untuk model, aku sesuaikan dengan wajah modelnya." "Ada yang tidak pakai hijab, jadi aku pakaikan topi," ujar Delina.
Mengenai warna, menurut dia, hal ini pun beragam sesuai dengan pribadi masing-masing.
Sebab pertimbangan itu kembali lagi pada keyakinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/baju-karya-desainer-jenahara-nasution_20180302_092859.jpg)