Soejono Usulkan 1 Maret Jadi Hari Besar Nasional

Ketua Paguyuban Wehkreis III Kota Yogyakarta, Soejono berupaya menjadikan tanggal 1 Maret diperingati menjadi hari besar nasional

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Laksma TNI M Faisal SE MM 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Paguyuban Wehkreis (Daerah Perlawanan) III Kota Yogyakarta, Soejono berupaya menjadikan tanggal 1 Maret diperingati menjadi hari besar nasional.

Hal tersebut dikarenakan tanggal 1 Maret 1949 yang merupakan waktu bergulirnya Serangan Umum 1 Maret menjadi titik penting bagi keberlangsungan NKRI yang berhasil menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia telah merdeka dan tidak lagi dalam jajahan Belanda.

"Sejak 2014 kami mencari tahu kepada peserta upacara Serangan Umum 1 Maret apakah mereka setuju untuk menjadikan tanggal 1 Maret sebagai hari libur nasional," ungkapnya, Kamis (1/3/2018).

Ia bersama beberapa orang lainnya menyebarkan kuisioner kepada peserta upacara dan pengunjung yang kurang lebih isinya terkait pengetahuan mereka tentang Serangan Umum 1 Maret, menanyakan komentar, dan setuju tidaknya dengan menjadikan 1 Maret sebagai libur nasional.

"Kami mencoba membicarakan ini dengan Dinas Sosial DIY dan Dinas Kebudayaan DIY. Namun memang belum ada langkah administrasi, masih sekadar pertemuan," bebernya.

Baca: 5 Fakta Letnan Komaruddin, Pejuang Sakti yang Terlibat dalam Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Selanjutnya, tahun lalu ia melakukan komunikasi dengan Resimen Mahasiswa (Menwa) yang memiliki jalur komunikasi ke pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

"Menwa mengakomodir keinginan kita dengan cepat. Langkah awalnya adalah menggemakan dulu rencana tersebut dengan menghadirkan Pak Menteri di Yogya. Pada H-2 masih kabarnya yang jadi instruktur upacara masih Pak Menhan, tapi pas hari H diwakilkan Direktur Bela Negara," bebernya.

Meski demikian, ia berharap nantinya akan ada banyak jalur untuk menyampaikan keinginan tersebut kepada Presiden.

"Kalau surat kami yang di Dinsos nanti ke Kemensos, kalau yang Disbud ke Kemendikbud, kalau yang lewat Menwa ke Kemenhan. Biar tidak hanya satu instansi saja," ucap Soejono.

Baca: Monjali Gelar Upacara Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 Sekaligus Pecahkan Rekor MURI

Sementara itu, Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Laksma TNI M Faisal SE MM menjelaskan untuk menjadikan 1 Maret sebagai hari besar nasional harus melalui beberapa tahapan dan proses.

Layaknya menentukan pahlawan nasional juga dibutuhkan perundingan dan proses yang harus ditempuh.

"Harus diajukan ke kementerian terkait. Nanti mungkin akan ada sidang dan dibentuk tim," bebernya.

Namun secara pribadi, Faisal mengaku senang bila nantinya tanggal 1 Maret ditetapkan menjadi hari besar nasional.

"Kami senang kalau itu menjadi hari besar nasional tapi prosesnya harus tetap diikuti," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved