Inikah Momen Kebangkitan AC Milan di Tangan Gennaro Gattuso?

AC Milan baru saja lolos dari babak semifinal Coppa Italia lewat adu penalti melawan Lazio. Pada waktu normal kedua tim bermain imbang 0-0

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
MARCO BERTORELLO/AFP
Penyerang AC Milan, Fabio Borini (kedua dari kiri), merayakan gol yang dia cetak ke gawang Ludogorets dalam laga leg kedua babak 32 besar Liga Europa di Stadion San Siro, Milan, Italia, pada 22 Februari 2018. 

TRIBUNJOGJA.COM - AC Milan tengah menunjukkan grafik peningkatan pada performa mereka dan sosok pelatih "honorer" menjadi dalang di balik kesuksesan tersebut.

AC Milan baru saja lolos dari babak semifinal Coppa Italia lewat adu penalti melawan Lazio. Pada waktu normal kedua tim bermain imbang 0-0.

Hasil laga ini kembali menunjukkan bahwa I Rossoneri tengah dalam tren positif.

Sejak akhir Desember 2017, AC Milan tak sekali pun mengalami kekalahan dalam 13 pertandingan.

Leonardo Bonucci dkk juga menampilkan pertahanan yang solid akhir-akhir ini.

Gawang AC Milan yang dikawal Gianluigi Donnarumma tak pernah kebobolan dalam enam laga terakhir atau sekitar 570 menit.

Musim 2017-2018 memang masih panjang dan terlalu dini menyebut AC Milan sukses.

Namun, tidak perlu menunggu hingga untuk melihat peningkatan kualitas AC Milan.

Segala capaian positif tersebut tidak lepas dari tangan dingin pelatih Gennaro Gattuso.

Datang sebagai caretaker Vincenzo Montella yang dianggap gagal, Gennaro Gattuso hanya bermodal pengalaman melatih tim medioker dan tim primavera AC Milan.

Kendati begitu, Gattuso mampu membawa AC Milan tempat semestinya sebagai klub besar.

Gennaro Gattuso Pelatih AC Milan
Gennaro Gattuso Pelatih AC Milan (legaseriea.it)

"Mungkin saya adalah pelatih terburuk di Serie-A tapi saya selalu ingin menang, bahkan bermain di kebun bersama anak saya," kata Gattuso kepada Rai Sport yang dikutip BolaSport.com.

"Saya ingin anak-anak asuh saya membuktikan bahwa apa yang saya lihat malam ini bukan kebetulan, maka kami akan mengambil satu permainan sekaligus," ujar Gattuso.

Pernyataan tersebut disampaikan pria yang dijuluki sebagai si Badak itu setelah mengalahkan Inter Milan di Coppa Italia (27/12/2017), sekaligus mengawali tren tak terkalahkan hingga saat ini.

Selain klaim bahwa dirinya adalah pelatih terburuk di Serie-A, Gattuso menerima gaji terendah di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia itu.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved