Terduga Pelaku Percobaan Perampokan di Turi Masih Dirawat di Rumah Sakit
Saat ini pelaku masih dirawat di RSUD Sleman karena menderita luka sobek di bagian kepala sebelah kiri.
Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kapolsek Turi, AKP Robiyanto menjelaskan terduga pelaku percobaan perampokan di sebuah rumah di Dusun Kiringan, Wonokerto, Turi, Sleman diketahui bernama Daud Yunartara (35) seorang pria kelahiran Magelang yang kini beralamat di Gading Wetan, Donokerto Turi.
Robiyanto menjelaskan saat ini pelaku masih dirawat di RSUD Sleman karena menderita luka sobek di bagian kepala sebelah kiri.
Polisi pun telah berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah ponsel android, satu buah pisau sangkur, dan pisau dapur.
"Kasus saat ini masih sendang kita tangani. Kasus masih dalam proses," jelasnya.
Akibat perbuatan tersebut, pelaku pun terancam pasal 53 jo 365 KUH Pidana.
"Maksimal hukuman sembilan tahun penjara. Kalau pasal percobaan dokurangi sepertiga," pungkas Robiyanto.
Sebelumnya dilaporkan, Aksi heroik ditunjukkan oleh Afiati Fatimah (42), perempuan yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) tersebut berhasil melumpuhkan seorang perampok yang tengah berjibaku dengan suami Afiati dengan sebilah pedang pada Minggu (25/2/2018), dini hari lalu.
Sang suami Sutikno Hadi (48) yang merupakan pemilik Villa Turi Indah di Dusun Kiringan, Wonokerto, Turi, Sleman menjelaskan awal mula pelaku masuk ke rumah yang juga berdampingan dengan Villa miliknya tersebut.
Lanjutnya, si perampok berhasil memasuki kediamannya setelah melompat pagar setinggi tiga meter dengan cara memanjat menggunalan balok kayu.
Setelah itu pelaku naik ke atas genteng dan lewat melalui eternit.
"Itu sekitar jam setengah 4 pagi. Saya sudah bangun tapi masih tiduran," jelas Sutikno ketika ditemui Tribunjogja.com di kediamannya di Turi, Senin (26/2/2018).
Setelah berhasil masuk rumah, tepatnya di kamar Sutikno, pelaku tanpa basa-basi langsung menusuk paha Sutikno dengan menggunakan pisau jenis sangkur.
Akibatnya Sutikno mengalami dua luka robek di paha sebelah kiri dan menerima 10 jahitan.
"Tiba-tiba nyerang, mungkin gambling. (Pelaku) pakai kupluk tapi mata kelihatan. Kemudian pakai baju wearpack gitu seperti menwa. Setelah itu sempat menyerang bagian atas saya tangkis, hampir 10 menit. Jempol saya sempat kena," cerita Sutikno.
Sembari terus berjibaku dengan pelaku, Sutikno pun lantas berteriak meminta tolong.
Sang istri pun mendengar teriakan Sutikno, dan bergegas menuju lokasi kejadian.
"Di kamar itu (kejadian). Terus saya teriak-teriak karena istri, ibu mertua, dan ponakan saya di kamar sebelah. Istri saya sempat mengira saya mengigau," bebernya.
Begitu mendengar teriakan suami, sang istri yaitu Afiati pun lantas bergegas menuju kamar tempat kejadian.
Menggunakan tangan kosong, Afiati sempat melakukan perlawanan namun hasilnya nihil.
"Ya pertama kali panik waktu itu saya mau salat. Saya bantunya pertama tangan kosong tapi malah kena jambak dan tendang. Terus suami teriak-teriak agar saya ambil pedang," tutur Afiati.
Afiati pun lantas mengambil pedang yang diletakkan di kamar tersebut.
Saking paniknya, bahkan Afiati tidak sempat membuka sarung pedang tersebut.
Meski begitu, berkali-kali sabetan di bagian kepala sebelah kiri membuat pelaku tidak berdaya.
"Saya cuma mikir kalau dia membunuh kita gimana?" ujar Afiati.
"Nggak terhitung sabetannya. Saya nggak tahu suami saya kena tusuk. Nggak sempat buka sarung saya langsung (menyabet) yang penting kita harus selamat," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perampokan_20180226_172747.jpg)