Hidup Sebatang Kara, Nenek 70 Tahun Ini Rela Berjualan Koran Agar Tidak Merepotkan Orang Lain

Nenek berbaju kotak-kotak itu memilih menjual koran dan hidup sendiri, supaya tidak merepotkan orang lain.

Tayang:
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Wagiyem, nenek usia 70 tahun yang hidup sebatang kara. Ia berjualan koran untuk memenuhi kebutuhannya supaya tidak mereporkan orang lain. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Seorang nenek duduk di depan toko sambil menggenggam obat tetes mata.

Ia mengusap matanya sambil berkedip-kedip.

Banyak kerutan di wajahnya termakan usia.

Tanpa alas kaki Ia berlari kecil, menyeberang menuju lampu lalu lintas di Jalan Affandi, Gondokusuman, Yogyakarta.

"Niki mawon, mboten kalih liyane (itu saja, tidak dengan yang lain -red)? " tanyanya terpatah-patah.

Ia adalah Wagiyem, nenek penjual koran.

Pendengarannya mulai terganggu, orang lain harus sedikit berteriak saat berbicara dengannya.

Tentu saja, ia sudah tidak muda lagi, umurnya mungkin sekitar 70 tahunan.

Ia sendiri tak tahu pasti.

"Sudah tua, dari zaman penjajahan Jepang," jawabnya saat ditanya berapa usianya.

Wagiyem sudah berjualan koran sejak lama.

Sudah lebih dari 10 tahun.

Setiap pukul 05.00 WIB, ia naik becak dari rumahnya, pinggiran kali Code menuju ke Jalan Mangkubumi untuk mengambil koran dan majalah.

Setelah itu, ia dan becak langganannya menuju ke Jalan Affandi, Gondokusuman, Yogyakarta.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved