Samakan Persepsi Mengenai Inflasi, TPID Adakan Capacity Building

Kegiatan capacity building tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan menyamakan pemahaman mengenai inflasi dan upaya-upaya pengendaliannya.

Samakan Persepsi Mengenai Inflasi, TPID Adakan Capacity Building
Net
Ilustrasi.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya menjaga inflasi tetap stabil di DIY terus dilakukan.

Kali ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dan satgas pangan menggelar Building Capacity bertajuk "Pendalaman Pemahaman Inflasi untuk Mendukung Efektivitas Pengendalian Inflasi”, Jumat (23/2/18).

Kegiatan capacity building yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan menyamakan pemahaman mengenai inflasi dan upaya-upaya pengendaliannya.

Hal ini disampaikan oleh Hal ini dijelaskan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Fitriani, Jumat (23/2/2018).

Sri menuturkan, acara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat pengendalian inflasi bagi kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha, serta menumbuhkan ide-ide inovasi dalam pengendalian inflasi yang sesuai dengan permasalahan dan kondisi inflasi DIY.

"Setiap pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi di DIY perlu memahami konsep inflasi secara memadai karena inflasi memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Sri.

Lanjut Sri, Inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli, memperlebar kesenjangan pendapatan, menghambat investasi produktif, sehingga mengurangi kemampuan masyarakat untuk menabung, dan menurunkan daya saing.

Faktor-faktor yang memengaruhi inflasi, dampak inflasi pada perekonomian, upaya-upaya pengendalian inflasi, dan entitas-entitas yang terlibat dalam pengendalian inflasi menjadk bahasan pokok dalam acara ini.

Adapun Kepala BPS DIY menyampaikan materi mengenai metode penghitungan inflasi, komoditas-komoditas yang diperhitungkan dalam inflasi, dan survei yang dilakukan untuk penghitungan inflasi.

Sementara Kepala Bulog Divre DIY, Miftahul Ulum menyampaikan materi mengenai peran dan fungsi Perum Bulog dalam mewujudkan ketahanan pangan, mekanisme pelaksanaan stabilisasi harga pangan, dan
efektivitas operasi pasar.

Di kesempatan yang sama, juga disampaikan materi mengenai ketentuan terkini dari Kementerian Perdagangan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET), Operasi Pasar (OP), ekspor dan impor bahan pangan, dan
kebijakan mengenai subsidi, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Sementara Kepala Satgas Pangan Polda DIY menyampaikan materi mengenai mandat dan mekanisme Satgas Pangan dalam melakukan pengendalian harga pangan.

"Upaya pengendalian inflasi membutuhkan kepekaan dan kecepatan dalam memberikan respon terhadap perubahan harga yang terjadi. Kepekaan itu akan semakin terasah seiring dengan peningkatan pemahaman terhadap inflasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya," ujar Miftahul.

Lanjut Miftahul, anggota TPID DIY perlu terus meningkatkan kewaspadaan dalam pengendalian inflasi 2018,
terlebih target inflasi nasional tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 3,5±1%. Untuk dapat lebih menjaga pencapaian target nasional, perlu diupayakan agar inflasi DIY 2018 dapat terkendali dalam kisaran 3,3±1%, dengan pertimbangan rata-rata inflasi DIY dalam 3 tahun terakhir yang cukup
rendah. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved