Tim Relawan Peduli Mbah Paijah Dirikan Posko Darurat hingga Bedah Rumah
Mbah Paijah merupakan seorang kakek berusia 60 tahun yang tinggal di sebuah gubuk yang tak layak huni di Gunungkidul.
Penulis: Hanin Fitria | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kabar mengenai mirisnya kehidupan Mbah Paijah rupanya mampu menggerakkan hati masyarakat sekitar terutama yang tinggal di Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul.
Mbah Paijah merupakan seorang kakek yang telah berusia kurang lebih sekitar 60 tahun yang tinggal di sebuah gubuk yang tak layak huni di Dusun Tanjung, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul.
Sebelumnya cerita mengenai kehidupan Mbah Paijah telah diunggah oleh Andrie Wahe dalam grup Facebook Info Cegatan Jogja pada Selasa (20/2/2018).
Unggahan tersebut lantas mendapatkan simpati dari para netizen dan mendadak viral hingga menjadi perbincangan di jagat maya.
Menurut Andrie rumah yang dihuni Paijah sungguh tak layak.
Bahkan untuk makan Paijah mendapatkan bantuan dari orang-orang dermawan atau tetangganya.
Akhirnya warga yang tergabung dalam 6 Dusun di Desa Getas membentuk sebuah tim khusus untuk membantu Mbah Paijah.
Tim yang bernama 'Team Relawan Peduli Mbah Paijah' tersebut mendirikan posko darurat yang bertempat di rumah seorang warga bernama Dani Tanjung, sebelah selatan perempatan Desa Getas untuk membantu menampung serta menyalurkan santunan dari relawan yang ingin membantu Mbah Paijah.
Tak hanya memberi dan menyalurkan bantuan, tim khusus tersebut juga berencana akan membedah rumah Mbah Paijah yang saat ini tak layak huni.
Dalam prosesnya, tim tersebut telah melakukan survey tanah dari rumah Mbah Paijah.
Bedah rumah yang akan dilakukan tim yaitu akan membangun rumah permanen berukuran 4 x 6 meter.
Hingga kini Andrie menginformasikan bahwa posko darurat untuk Mbah Paijah telah dibuka dan proses pembedahan rumah masih terus berlangsung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mbah-paijah_20180221_181054.jpg)