Permen Susu Bikin Pusing Siswa SD di Temon, Polisi Kirim Sampel untuk Uji Laboratorium
Pada permen susu yang dikonsumsi siswa diketahui tidak tercantum masa kadaluarsanya.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pihak kepolisian telah mengamankan sampel permen susu yang membuat siswa SD Maarif Nurul Jannah Jomboran, Desa Janten, Kecamatan Temon pusing dan mual seusai mengonsumsinya, Rabu (21/2/2018).
Polisi kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas permen tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor Temon, Kompol Setyo Heri Purnomo mengatakan beberapa bungkus permen yang tersisa telah diamankan jajarannya.
Bersama petugas Puskesmon II Temon, sampel permen lalu diuji laboratorium namun hasilnya belum diketahui.
"Besok kami akan tanyakan hasil uji lab ke puskesmas," kata Setyo, Kamis (22/2/2018).
Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah permen susu tersebut yang bermasalah hingga menyebabkan siswa mengeluh pusing dan mual atau karena kondisi fisik anak sedang kurang fit dan merasa tidak enak badan setelah mengonsumsinya.
Apalagi, dari keterangan siswa, sebagian dari mereka diketahui tidak sarapan sehingga dimungkinkan mempengaruhi kondisi tubuhnya.
Ada 20 siswa yang mengonsumsinya namun hanya sembilan siswa saja yang mengeluh pusing dan mual hingga harus dibawa ke pos kesehatan desa (poskesdes).
Petugas disebutkan Setyo juga sempat mencoba mengonsumsi permen tersebut dan tidak terjadi reaksi apapun.
"Penyebabnya baru bisa dipastikan setelah ada hasil uji lab," kata Setyo.
Pihaknya juga telah meminta pemilik warung agar mengecek masa kadaluarsa produk.
Pada permen susu yang dikonsumsi siswa diketahui tidak tercantum masa kadaluarsanya.
Diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, sembilan siswa SD Maarif Nurul Jannah Jomboran dilarikan ke poskesdes setempat.
Beberapa siswa kelas II A itu sebelumnya memang mengonsumsi permen yang dibeli seorang di antara siswa.
Dua jam kemudian, para siswa tersebut mulai mengeluh pusing dan mual seperti hendak muntah.
Guru yang mengetahui kondisi siswa lantas membawa kesembilan anak didiknya itu ke poskesdes.
Sedangkan siswa lain yang kondisinya tidak terlalu parah hanya ditangani di sekolah.
"Saya makan dua butir permen. Awalnya manis seperti susu tapi setelah itu rasanya pusing," jelas seorang siswa, Nabila.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/siswa-keracunan-permen_20180221_185835.jpg)