Cuaca DIY Panas dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Saat ini terjadi anomali berupa penurunan suhu permukaan laut di selatan Pulau Jawa, sehingga suhunya lebih dingin dari biasanya.

Penulis: say | Editor: Hari Susmayanti
Logo BMKG 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa hari ini, cuaca DIY lebih cerah dibanding waktu-waktu sebelumnya.

Panas dan gerah dapat dirasakan, terutama saat siang hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY melalui akun Twitternya menjelaskan, mengapa itu bisa terjadi.

Berdasarkan pantauan BMKG, saat ini terjadi anomali berupa penurunan suhu permukaan laut di selatan Pulau Jawa, sehingga suhunya lebih dingin dari biasanya.

"Ini memberikan dampak berupa kurangnya asupan air di udara," jelas BMKG, Rabu (21/2/2018).

Dipaparkan pula, saat ini posisi matahari berada di kisaran Pulau Jawa, sehingga berdampak pada suhu udara yang cukup panas.

Saat siang, suhu maksimum bisa mencapai 31-32°C.

Hasil analisis pola angin menunjukkan adanya sirkulasi angin tertutup (EDDY) di sebelah barat Pulau Sumatera, barat Kalimantan, sekitar Sulawesi dan adanya tekanan rendah di barat Jawa.

Kondisi itu menyebabkan pelemahan angin baratan, sehingga mengakibatkan berkurangnya pertumbuhan awan-awan hujan.

"Sebaliknya, angin yang bergerak di sekitar Pulau Jawa didominasi angin dari timuran," urai BMKG dalam keterangan resminya.

Menurut BMKG, kondisi tersebut memberikan dampak berupa cuaca cerah hingga berawan, di sebagian besar wilayah DIY.

Meskipun demikian, masyarakat masih perlu waspada hujan lokal yang intensitasnya ringan hingga sedang, dalam waktu singkat dan tidak merata.

"Hujan lokal ini banyak terbentuk di wilayah dataran tinggi seperti di kisaran Merapi. Peluang terjadinya hujan lokal umumnya terjadi di siang-sore hari," tambah BMKG. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved