Program 'Gandeng Gendong' Integrasikan Kampung Sayur dengan Kampung Hijau di Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta juga memiliki sekitar 3-4 petak yang digunakan untuk kampung sayur.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat ditemui di ruangannya. Selasa, (23/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menuturkan di Kota Yogyakarta ada sekitar 35 kampung sayur, satu di antaranya yaitu Mantrijeron yang sudah mensuplai sayur di beberapa toko modern.

Selain itu, Heroe melanjutkan Kota Yogyakarta juga memiliki sekitar 3-4 petak yang digunakan untuk kampung sayur.

"Kampung sayur ini adalah upaya kita bersama untik menumbuhkan mengembangkan agar lahan yang sempit lebih bisa berdaya guna, di samping menjadikan lingkungannya hijau yang penting adalah lebih produktif," papar Heroe, Selasa (20/2/2018).

Heroe menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencoba untuk mengintegrasikan kampung sayur dengan kampung hijau.

"Kampung sayur itu kampung yang diinisiasi untuk dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Sedangkan kampung hijau adalah upaya Dinas Lingkungan Hidup. Nantinya juga ada bank sampah," lanjut dia.

Untuk itu, pihaknya sedang mencoba mengintegrasikan antara kampung hijau dan kampung sayur yang diupayakan untuk membuat biopori jumbo.

"Biopori jumbo selain untuk menurunkan air juga memanfaatkan sampah untuk menghijaukan kampung sayur. Nah ini yang sedang kita lakukan," ujarnya ketika ditemui usai Panen Raya Bersama di Halaman Kantor Kelurahan Giwangan.

Ia melanjutkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk membuat program Pemerintah Kota Yogyakarta yang disebut dengan program 'Gandeng-Gendong.'

"Di Kota Yogyakarta kita sedang mencoba mendorong program gandeng gendong untuk menyatukan beberapa potensi menjadi satu bergandengan seperti kampung sayur,  kampung hijau, bank sampah dan segala macam menjadi sebuah kesatuan," imbuh dia.

Heroe melanjutkan, nantinya beberapa potensi tersebut akan dijadikan satu dengan kampung budaya, destinasi belanja, terlebih ada kampung wisata yang sudah dikembangkan.

"Nah potensi-potensi ini yang akan kita integrasikan menjadi sebuah program gandeng-gendong," jelas Heroe.

Heroe berharap, program tersebut nantinya bisa tercapai dan sesuai seperti apa yang dicita-citakan oleh masyarakat.

"Yaitu untuk menjadikan kampung yang hijau, produktif, warganya saling gotong royong, guyub rukun sebagaimana kita inginkan menjadi sebuah kekuatan sebagai identitas Kota Yogyakarta," lanjutnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved