KBW Yogyakarta Ajak Cintai Budaya Melalui Tari Jawa Klasik
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan antusiasme anak-anak, remaja bahkan perempuan dewasa untuk Nguri-uri budaya Jawa
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Krida Beksa Wirama (KBW) Yogyakarta mengajak para perempuan yang tertarik dengan tari jawa klasik untuk mempelajari budaya Jawa dengan cara menyenangkan.
Hal ini disampaikan oleh Yuri, Media Relation Sanggar KBW kepada tribunjogja.com beberapa waktu lalu.
Yuri menambahkan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan antusiasme anak-anak, remaja bahkan perempuan dewasa untuk Nguri-uri budaya Jawa melalui kesenian tari.
"Melalui berlatih menari ini kita secara tak langsung akan belajar budaya Jawa, baik tata busana, rias, rambut, adat istiadat, tata krama dan sebagainya," jelasnya.
Tetap berpegang teguh pada pakem-pakem seni tari Jawa klasik khas Yogyakarta, KBW mengajarkan seni tari dengan metode yang lebih santai dan menyenangkan.
Tak ada istilah ujian dalam sanggar ini, semua penari memiliki kemampuan masing-masing yang perlu diasah dan ditampilkan didepan pengunjung.
Sanggar akan membuat semacam mini pentas untuk melatih mental dan merasakan ambience saat tampil membawakan tarian jawa klasik.
"Belajar tari jawa klasik memang tidak mudah, apalagi saat kita belajar menari berdasar falsafah joget mataram kuno, Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh, itu akan sangat sulit sekali diterapkan pada orang umum, makanya untuk mereka yang berminat kita ajak belajar menari dengan sistem yang menyenangkan," lanjutnya sesaat sebelum pementasan tarian Akulturasi Jawa-Tionghoa di Pendopo Agung Royal Ambarukmo Yogyakarta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kbw-yogya_20180220_175309.jpg)