Produsen Game Atari Bakal Luncurkan Mata Uang Virtual

Namun, Atari mengaku tidak menggelontorkan banyak uang untuk aksi korporasi tersebut.

Editor: Ari Nugroho
sky news
Ilustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Perusahaan pembuat game Atari berencana meluncurkan mata uang virtualnya sendiri.

Atari merupakan perusahaan di balik sederet game video legendaris, seperti Pac-Man dan Pong.

Mengutip CoinDesk, Sabtu (17/2/2018), sebagai bagian dari rencana tersebut, Atari mengakuisisi 15 persen saham perusahaan Infinity Networks Ltd yang berpusat di Gibraltar.

Selain itu, Atari juga telah mengantongi lisensi merek Atari Token.

Kerja sama kedua pihak sudah terjalin sejak Desember 2017 untuk pengembangan platform Atari Token.

Namun, Atari mengaku tidak menggelontorkan banyak uang untuk aksi korporasi tersebut.

"Tujuan kami adalah untuk mengambil posisi strategis dengan risiko kas yang terbatas, guna menciptakan nilai terbaik dengan aset dan merek dagang Atari," kata CEO Atari Frederic Chesnais dalam keterangan resminya.

Baca: Bagi-bagi Angpao Saat Tahun Baru Imlek Tak Harus Pakai Amplop Merah, Kini Ada Angpao Virtual

Sebelumnya, Atari telah menciptakan Atari Token sebagai mata uang untuk melakukan pembelian di dalam game.

Meskipun demikian, fungsi baru Atari Token belum diumumkan.

Selain itu, Atari juga menyatakan rencananya untuk mengintegrasikan sejumlah mata uang virtual melalui kemitraan branding dengan Pariplay Ltd, yang menawarkan game daring menggunakan game dan karakter Atari sebagai bagian dari desain mereka.

Atari pun mengumumkan bakal menciptakan mata uang virtual kedua, yang dapat digunakan untuk kasino daring.

Mata uang virtual tersebut dinamakan Pong Token.

Baca: Bus Virtual Reality Kementrian Perdagangan Mampir ke ISI Yogyakarta

"Untuk memperluas minat terhadap kasino baru ini, dan ketika Atari Token telah tersedia, Atari memiliki proyek untuk meluncurkan Pong Token, token kedua yang didedikasikan untuk kasino kripto dan dapat digunakan untuk situs game," demikian dinyatakan oleh pihak Atari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved