Pentingnya Belajar Pendanaan Film

Proses pencarian dana akan lebih mudah jika pembuat film telah menentukan identitas yang jelas bagi film yang akan direalisasikan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Lebih dari seratus peserta yang berasal dari komunitas film di Yogyakarta dan sekitarnya ikuti diskusi yang digelar Dinas Kebudyaan DIY bekerjasama denga Yayasan Sinema Yogyakarta, Rabu (14/2/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lebih dari seratus peserta dari berbagai komunitas film di Yogyakarta dan Solo belajar pendanaan sebuah film dalam diskusi "Belajar Film Funding, Yuk."

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama Dinas Kebudyaan DIY dengan Yayasan Sinema Yogyakarta ini mengundang tiga pemateri hebat di bidang perfilman.

Mereka adalah Ifa Isfansyah (Sutradara dan produser film), Kamila Andini (Sutradara) dan Varadila (Program manager In-Docs)

Lija Anggraheni selaku Managing Director Yayasan Sinema Yogyakarta mengatakan munculnya acara bertema besar funding ini lantaran pesatnya pertumbuhan produksi film khususnya di Yogyakarta.

Terbukti dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival tahun lalu, terkumpul 300-an film yang kemudian berlaga dalam ajang bergengsi tersebut.

"Para pembuat film pendek yang ada sekarang adalah cikal bakal film panjang ke depannya. Sejauh ini kalau film pendek, mungkin mereka bisa mengatasi soal pendanaan, tapi kalau bicara film panjang, mereka kesulitan," terangnya, Sabtu (17/2/2018).

Baca: Film Wiro Sableng - Jurus Kunyuk Melempar Buah Bikin Energi Wiro Bastian Sableng Terkuras

Menurutnya, film maker di Indonesia yang mendapat funding tidak banyak.

Hal itu lantaran sulitnya film maker bertemu dengan lembaga funding.

Alasan itulah maka diskusi yang digelar di Lembaga Indonesia Jerman kemarin mendapat atensi banyak pegiat-pegiat film.

Ifa Isfansya, produser film Siti, dan The Seen And Unsen menjelaskan dalam membuat film yang harus diperhatikan adalah kreatif, value, dan financing.

"Financing itu mengikuti value. Film harus punya value agar apa yang kita buat sesuai dengan visinya," jelas Ifa.

Menurutnya, seorang produser bertugas untuk memimpin proyek produksi sebuah film dengan menjalankan dan mempertahankan visi film tersebut.

Ia membeberkan beberapa funding yang dapat membantu merealisasikan visi ini, mulai dari Script Lab, Public Funding, Co- Production Funding, private investors, hingga pre-sales.

Baca: Derby Romero Ungkap Tantangan Perankan Dokter Rio dalam Film London Love Story 3

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved