Mata Lumba-lumba Bisa Tidur Bergantian, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Selain menggunakan sonar dalam berkomunikasi dan “melihat”, sebagai mamalia, mereka juga menyusui, seperti halnya manusia.
Tujuan ‘tidur setengah-tengah’ ini adalah agar lumba-lumba dapat tetap bernafas walaupun sedang tidur.
Maklum, sebagai hewan yang bernafas dengan paru-paru, dia harus tetap menjaga pasokan oksigen, yang untuk lumba-lumba, masuk melalui lubang udara di atas kepalanya.
Selain itu, dengan perilaku tidur seperti ini, lumba-lumba dapat tetap waspada dari serangan predatornya.
Mengenai fungsi kewaspadaan ini, Sam Ridgway, seorang ahli biologi mengenai mamalia laut dari University of California, San Diego, bersama beberapa rekannya pernah menelitinya.
Dalam kondisi terbangun, lumba-lumba diberikan rangsangan berupa suara-suara. Lumba-lumba meresponnya.
Kemudian, dalam kondisi tidur, suara-suara tadi kembali dibunyikan dan ternyata lumba-lumba tersebut masih dapat meresponnya dengan baik. (Ade Sulaeman/IntisariOnline)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lumba-lumba_20180216_131536.jpg)