Breaking News:

Nasib Becak Tradisional di Yogya

Becak Tradisional Yogya Terancam Punah, Begini Kata Peneliti Pustral UGM

keberadaan Betor di kawasan Malioboro semakin hari semakin bertambah, sementara becak tradisional makin tersingkir.

Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNjogja.com | HASAN SAKRI
BECAK Sejumlah becak melintas di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Rabu (14/2/2018) Saat ini kendaraan roda tiga ini sudah banyak yang dimodifikasi menjadi becak motor meskipun sampai saat ini legalitas dari becak motor belum ada 

KEBERADAAN becak kayuh atau tradisional di Yogyakarta memang sudah seharusnya menjadi bagian dalam wisata dan ikon budaya. Jika menjadikan becak kayuh hanya sebagai moda transportasi tidak akan bisa bersaing dengan moda transportasi lain, seperti ojek ataupun taksi. Untuk itu, becak harus diberi citra dan cerita agar tetap lestari - Peneliti Pustral UGM ,Lilik Wachid Budi Susilo

Citra dan cerita yang dimaksudkan adalah bagaimana caranya menjadikan becak sebagai ikon yang tak lepas dari wisata Yogyakarta. Misalnya, kalau orang tidak naik becak berarti tidak ke Malioboro atau ke Yogya.

Citra itu kemudian bisa dibentuk dari penempatan becak pada tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan wisata yang kuat. Sedangkan cerita, setiap orang yang yang naik becak akan mendapat cerita sejarah dan juga pengalaman berwisata yang menyenangkan.

Sebagai contoh, becak bisa melalui rute Jendral Sudirman. Di sana, setiap penumpang mendapatkan cerita mengenai latar belakang sejarah itu. Atau misalnya, saat acara mubeng beteng dengan laku bisu, orang bisa mendapat cerita dan juga sembari menikmati suasana.

Saya yakin jika biasanya becak sebagai transportasi hanya dibayar Rp5 ribu, bisa dibayar lebih tinggi oleh wisatawan misalnya Rp20 ribu karena experience ini.

Untuk itu, saat ini yang bisa dilakukan adalah membenahi becak dengan penambahan aksesoris, cat warna warni, kondisinya bagus.

Baca: Becak Tradisional di Yogya Mendekati Kepunahan

Baca: Zonasi Solusi Cegah Kepunahan Becak Tradsional di Yogya

Baca: Surat Edaran Gubernur Tak Mampu Bendung Tumbuhnya Betor di Yogya

MENGEMUDIKAN BECAK - Seorang wisatawan asing mengemudikan becak saat melintas di kawasan Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat(30/9/2011). Selain sebagai alat transportasi tradisional becak juga bisa menjadi daya tarik wisata.
MENGEMUDIKAN BECAK - Seorang wisatawan asing mengemudikan becak saat melintas di kawasan Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat(30/9/2011). Selain sebagai alat transportasi tradisional becak juga bisa menjadi daya tarik wisata. (TRIBUNJOGJA.COM/Hasan Sakri Ghozali)

Kostum unik

Untuk tukang becak bisa dipikirkan oleh pemerintah dengan pembelajaran sejarah dan pengetahuan wisata. Selain itu, tukang becak juga mengenakan kostum yang bagus dan menarik para wisatawan. Pemerintah juga perlu menggandeng pakar sejarah dan sosiolog untuk hal ini.

Di sisi lain, keberadaan betor yang terus membludak pun jadi dilema. Becak motor sangat tidak aman dan rentan cedera atau tidak laik jalan. Hal ini dapat dilihat dari sisi handling dan juga tumpuan beban kendaraan yang sangat tidak aman apalagi dengan kecepatan tinggi.

Hanya, Betor ini dilematisnya adalah lantaran hanya orang membutuhkan pekerjaan. Di satu sisi pemerintah siap atau tidak jika melarang, sehingga, ada kesan pembiaran saja pada becak ini. Padahal, jaminan keselamatannya tidak ada.

Inovasi pada becak pun mungkin bisa menjadi alternatif atau solusi. Namun, kajian pada handling dan kelaikan jalan perlu diperhatikan. Kunci utama yang tetap harus diperhatikan agar becak tetap ada dan tidak punah, jadikan sebagai bagian wisata jangan moda transportasi. (TRIBUNjogja.com Agung Ismianto | Hening Wasisto)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved